Penguatan pendidikan karakter menuntut sekolah menyediakan pengalaman belajar yang bermakna di luar pembelajaran intrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dipandang sebagai salah satu sarana yang efektif untuk membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman langsung, pembiasaan, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa di MTs Nurul Hidayah Laucing serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, wakil kepala bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, dan peserta didik. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan, keagamaan, olahraga, serta seni dan budaya berkontribusi dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, religius, kemandirian, dan kreativitas melalui pembiasaan, keteladanan, serta pengalaman belajar langsung. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh komitmen madrasah, kompetensi pembina, dan partisipasi aktif peserta didik, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana, alokasi waktu, dan kondisi lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian integral dari penguatan pendidikan karakter yang berkelanjutan di lingkungan madrasah