Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGELOLAAN BUMDES MANDIRI MAKMUR WISATA PETIK JAMBU DESA KEBARON DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PENGUNJUNG Ulul Azmi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 6 (2026): 2026 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i6.937

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian pedesaan melalui optimalisasi potensi lokal. Salah satunya adalah BUMDes Kebaron Mandiri Makmur di Kabupaten Sidoarjo yang telah mencapai kategori "Maju" dan berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui unit unggulan Wisata Kaki Bumi (Wisata Petik Jambu). Meskipun demikian, pengelolaannya belum sepenuhnya optimal karena menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur, SDM yang tidak aktif, hingga pemasaran digital yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi pengelolaan Wisata Kaki Bumi guna meningkatkan kepuasan pengunjung dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan Ketua Pokdarwis, Bapak Tarno, sebagai informan kunci, didukung data sekunder dari literatur dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Wisata Kaki Bumi masih memiliki sejumlah kekurangan, seperti akses jalan yang sempit dan belum diaspal, fasilitas yang belum memadai, minimnya tenaga edukasi pendamping, serta pengelolaan media sosial yang tidak konsisten. Berdasarkan temuan tersebut, strategi optimalisasi yang dirumuskan mencakup tiga pilar: (1) Peningkatan Infrastruktur; (2) Penganekaragaman Daya Tarik; dan (3) Strategi Pemasaran Digital yang konsisten dan terencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan Wisata Kaki Bumi memerlukan sinergi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk perlunya sistem insentif bagi pengelola agar SDM tetap terjaga.