Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT MELALUI STRATEGI PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS): STUDI PADA PEMILU 2024 DI DESA TONSAWANG SATU, KECAMATAN TOMBATU, KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Edwin Septian Kambey; Eunike Sinthike Pelleng
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 6 (2026): 2026 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i6.1195

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi yang diterapkan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam upaya meningkatkan partisipasi politik warga pada penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 di Desa Tonsawang Satu, Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara. Latar belakang penelitian ini adalah adanya peningkatan angka kehadiran pemilih yang tidak disertai dengan pertumbuhan kesadaran politik secara substantif di kalangan warga. Kondisi tersebut tercermin dari masih maraknya sikap apatis yang menghambat keterlibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi. Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan metode kualitatif berpendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan dokumentasi. Adapun informan penelitian mencakup anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), PPS, serta warga Desa Tonsawang Satu yang turut berperan dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan Pemilu 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPS berhasil meningkatkan jumlah pemilih secara kuantitatif dari 352 menjadi 381 orang melalui lima strategi utama, yaitu pemutakhiran data secara door-to-door, sosialisasi melalui media sosial, pengumuman di tingkat desa, pertemuan kelompok warga, serta pendekatan persuasif. Meskipun demikian, peningkatan kuantitatif tersebut belum diikuti oleh peningkatan kualitas partisipasi secara substantif. Sebagian warga masih menunjukkan sikap apatis yang disebabkan oleh rendahnya kepercayaan terhadap aktor politik akibat janji yang tidak direalisasikan, keterbatasan pemahaman politik, kesibukan dalam pekerjaan, serta kendala administratif terkait dokumen kependudukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi PPS terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi prosedural, khususnya dalam mendorong kehadiran warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, strategi tersebut belum sepenuhnya berhasil membangun partisipasi politik yang substantif karena masih dipengaruhi oleh faktor-faktor struktural, kultural, dan psikologis yang berkembang di masyarakat. Kata Kunci: Strategi, Panitia Pemungutan Suara (PPS), Partisipasi Politik Masyarakat, Apatisme Politik Pemilih