Zahira Syazwana Hufaiya
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Jadwal Pemeliharaan, Kompetensi Personel, dan Ketersediaan Fasilitas terhadap Kelaikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Unit ARFF di Bandar Udara Noviardy Eko Rizky Atmaja; Zahira Syazwana Hufaiya; Nawang Kalbuana
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11829

Abstract

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan elemen kritis dalam sistem proteksi kebakaran aktif pada unit Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) di bandar udara. Kelaikan APAR secara signifikan dipengaruhi oleh tiga faktor determinan, yaitu jadwal pemeliharaan yang teratur, kompetensi personel yang melaksanakan inspeksi, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kelaikan APAR pada unit ARFF berdasarkan pendekatan Analytical Inductive Literature Review (AILR). Data bersumber dari enam artikel ilmiah utama yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2025, mencakup kajian di Bandar Udara Husein Sastranegara, Yogyakarta International Airport, Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, dan PT Semen Baturaja, serta diperkaya dengan integrasi studi-studi terkait dari bidang manajemen bandar udara, pengawasan keamanan penerbangan, dan pemeliharaan kendaraan PKP-PK. Hasil analisis menunjukkan: (1) jadwal pemeliharaan yang konsisten sesuai Permenaker No. 4 Tahun 1980 merupakan prediktor terkuat kelaikan APAR; (2) kompetensi personel yang terlatih, bersertifikat, dan terus dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan meningkatkan akurasi inspeksi serta kecepatan respons; dan (3) ketersediaan fasilitas yang lengkap dan memadai merupakan enabling factor yang menjadi prasyarat terpenuhinya standar kelaikan. Ketiga faktor ini bersifat komplementer dan harus dikelola secara holistik dalam kerangka Safety Management System (SMS) untuk menjamin keselamatan penerbangan yang berkelanjutan.