Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, menghadapi berbagai permasalahan di bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial, antara lain minimnya pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta kebutuhan edukasi terkait pendampingan anak dan pencegahan bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pembentukan Bank Sampah dan penerapan teknologi Rocket Stove, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pendampingan anak dan pencegahan perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung kepada pelaku UMKM, ibu-ibu PKK Dukuh Seyegan, masyarakat Dukuh Ngadirejo, dan siswa SD Negeri 3 Karanganom. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari sembilan pelaku UMKM yang didampingi, dua usaha berhasil dibuatkan QRIS, tiga usaha dibuatkan media promosi berupa MMT, dan delapan usaha didaftarkan pada Google Maps. Bank Sampah berhasil dibentuk sebagai model percontohan dengan melibatkan 25 warga. Teknologi Rocket Stove berhasil dibangun dan berfungsi dengan baik melalui praktik dan uji coba penggunaan yang melibatkan 30 warga. Sosialisasi kepada 40 ibu-ibu PKK mencapai tingkat kepuasan sebesar 95%, sedangkan sosialisasi anti-bullying diikuti oleh 70 siswa dan pada sesi evaluasi terdapat 10 siswa yang mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman, pengetahuan, dan sarana pendukung kepada masyarakat dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial serta menjadi langkah awal bagi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di Desa Karanganom.