Khairina Fadhillah Almajida
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi Partisipatif dalam Penyusunan dan Implementasi Kurikulum TPA untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Hafzah Nur Humaeroh Huril; Ummi Alwiyatun Ni'mah; Niken Anggraini; Khairina Fadhillah Almajida
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: June 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v5i1.39222

Abstract

TPA Masjid Mulyo Basuki faced serious problems including a shortage of active teachers, the absence of study group divisions, and monotonous teaching methods, resulting in ineffective and unstructured learning processes. This study aimed to collaboratively develop and implement a TPA curriculum to improve the quality of learning. The method used was Participatory Action Research (PAR), in which researchers acted as facilitators while ustadz/ustadzah served as active agents of change throughout all stages, from problem identification and program design to implementation, evaluation, and reflection. The results show that a four-week-based curriculum with two weekly sessions was successfully developed and implemented: Tuesday sessions focused on individual Iqro'/Al-Qur'an recitation and Arabic writing practice, while Saturday sessions covered thematic activities such as calligraphy, fiqh, prophetic stories, and character education. The application of the curriculum using a small-group system based on students' reading abilities proved to create a more conducive classroom atmosphere, with students being easier to manage and more focused, and teachers better able to monitor each child's progress. This study demonstrates that a simple yet structured curriculum, combined with small-group learning, can significantly improve the effectiveness of TPA learning
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA (KKN) DI DESA KARANGANOM KABUPATEN KLATEN Alya Cahya Prawinda; Annisa Nur Rosidah; Khairina Fadhillah Almajida; Nurul Intan Khoirunnisa; Fadia Husna Ramadhani; Khoirun Imam
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, menghadapi berbagai permasalahan di bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial, antara lain minimnya pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta kebutuhan edukasi terkait pendampingan anak dan pencegahan bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pembentukan Bank Sampah dan penerapan teknologi Rocket Stove, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pendampingan anak dan pencegahan perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung kepada pelaku UMKM, ibu-ibu PKK Dukuh Seyegan, masyarakat Dukuh Ngadirejo, dan siswa SD Negeri 3 Karanganom. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari sembilan pelaku UMKM yang didampingi, dua usaha berhasil dibuatkan QRIS, tiga usaha dibuatkan media promosi berupa MMT, dan delapan usaha didaftarkan pada Google Maps. Bank Sampah berhasil dibentuk sebagai model percontohan dengan melibatkan 25 warga. Teknologi Rocket Stove berhasil dibangun dan berfungsi dengan baik melalui praktik dan uji coba penggunaan yang melibatkan 30 warga. Sosialisasi kepada 40 ibu-ibu PKK mencapai tingkat kepuasan sebesar 95%, sedangkan sosialisasi anti-bullying diikuti oleh 70 siswa dan pada sesi evaluasi terdapat 10 siswa yang mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman, pengetahuan, dan sarana pendukung kepada masyarakat dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial serta menjadi langkah awal bagi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di Desa Karanganom.