Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V MIN 4 KOTA LHOKSEUMAWE DALAM MATA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MATERI TEKS NONFIKSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Sukmawati; Almuhajir; Samsul Bahri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.3193

Abstract

This study was carried out because fifth-grade students at MIN 4 Kota Lhokseumawe showed low critical thinking skills when learning Indonesian, especially with non-fiction texts. The study focused on explaining how the Jigsaw cooperative learning model is used and looked at how it helps enhance students' critical thinking abilities. This research employed a qualitative descriptive approach. The study focused on fifth-grade students and their classroom teacher. Information was gathered by watching, talking to people, and looking at documents. The results showed that using the Jigsaw cooperative learning model helped students get involved in learning activities, talk about ideas together, share their thoughts confidently, and examine information carefully. Students showed progress in various aspects of critical thinking. This included understanding information, breaking down text, judging arguments, reaching logical conclusions, and clearly explaining their ideas. Also, the learning environment turned into a place where students worked together more, interacted with each other, and focused on their own needs. However, some challenges were found, like the differences in how students learn and the lack of control in the classroom during group discussions. In general, the Jigsaw cooperative learning model showed that it was helpful in enhancing students' critical thinking skills while learning the Indonesian language, particularly with non-fiction texts. So, this model can be seen as a different way to help students learn and have engaging and meaningful learning experiences in elementary school.
Pemanfaatan Pojok Literasi dalam Meningkatkan Kebiasaan Membaca Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Aceh Utara Suci Ramadhani; Zurriyati Zurriyati; Samsul Bahri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1127

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya literasi, khususnya kebiasaan membaca siswa. Namun, pasca terjadinya banjir dan longsor di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Aceh Utara, aktivitas literasi siswa mengalami penurunan akibat kerusakan sarana pendukung pembelajaran dan terbatasnya akses terhadap bahan bacaan. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kebiasaan membaca siswa adalah melalui pemanfaatan pojok literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebiasaan membaca siswa, pemanfaatan pojok literasi dalam meningkatkan kebiasaan membaca siswa, serta faktor-faktor pendukung dalam pemanfaatan pojok literasi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Aceh Utara pasca banjir dan longsor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV dan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Aceh Utara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kebiasaan membaca siswa pasca bencana, efektivitas pemanfaatan pojok literasi dalam meningkatkan kebiasaan membaca siswa, serta faktor-faktor yang mendukung pelaksanaannya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah dalam mengembangkan program literasi yang lebih efektif dan berkelanjutan guna meningkatkan budaya membaca siswa.