Tesa Tahara Apansa
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMPETENSI SOSIAL: KOMUNIKASI EFEKTIF; RELASI GURU SISWA, GURU ORANG TUA, GURU-SEJAWAT, GURU- MASYARAKAT; SENSITIVITAS MULTIKULTURAL Fahmi; Tesa Tahara Apansa; Silvia Anggraini; Adesalsabillah Mecca Putri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14621

Abstract

Kompetensi sosial merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru dalam menjalankan perannya di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya kompetensi sosial guru dalam membangun komunikasi efektif, relasi guru dengan siswa, guru dengan orang tua, rekan sejawat, masyarakat, serta sensitivitas multikultural dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan berbagai literatur relevan mengenai kompetensi sosial guru yang dikumpulkan melalui Google Scholar dan sumber akademik lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif menjadi inti kompetensi sosial guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang harmonis dan inklusif. Hubungan yang baik antara guru dan siswa mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, dan pembentukan karakter peserta didik. Kerja sama antara guru dan orang tua juga berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan emosional siswa. Selain itu, hubungan yang positif antar guru dapat meningkatkan profesionalisme dan budaya kolaboratif di sekolah. Relasi guru dengan masyarakat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkelanjutan melalui partisipasi sosial yang aktif. Sensitivitas multikultural membantu guru menghargai keberagaman serta menciptakan pembelajaran yang adil, inklusif, dan tidak diskriminatif. Oleh karena itu, penguatan kompetensi sosial guru perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat.