Fasa Ayu Damayanti
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Widya Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PROMBLEMATIKA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Alfariq Reyhan Wisanggeni; Alicia Krismadevi A.P; Erlina Dwi Widyaningrum; Erwin Nur Jati; Fasa Ayu Damayanti; Nikmah Astitin; Sri Suwartini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16259

Abstract

Guidance and Counseling (BK) is a very important service in the field of education, which serves to help students develop their potential optimally and overcome various problems that include personal, social, academic, and career aspects. This article aims to examine the basic concepts, problems that arise, and the implementation of guidance and counseling services in school settings based on a review of three scientific journal sources. The research method used is a literature study with a qualitative descriptive approach through content analysis of journals discussing the basics of GC, GC service problems, and the implementation of GC in elementary and secondary schools. The review results show that GC services have an important role in student development through information services, counseling, placement, evaluation, and follow-up. However, the implementation of GC services still faces various obstacles, including limited understanding of teachers, parents, and the community regarding the function of GC, limited professional competency of GC teachers, absence of special GC teachers at several educational levels, suboptimal GC administration, and lack of supporting facilities such as consultation rooms. In addition, limited training and support from school leadership also affects the effectiveness of GC services. The solutions offered include improving teacher competency through training, cooperation between classroom teachers, GC teachers, school principals, and parents, provision of adequate facilities and infrastructure, as well as strengthening the administration and GC service program comprehensively. Thus, the optimization of GC services requires support from various parties so that they can function effectively in helping student development. Abstrak Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan layanan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, yang berperan membantu peserta didik mengembangkan potensi secara optimal serta mengatasi berbagai permasalahan yang meliputi aspek pribadi, sosial, akademik, maupun karier. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, permasalahan yang muncul, serta penerapan layanan bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah berdasarkan tinjauan dari tiga sumber jurnal ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap jurnal-jurnal yang membahas mengenai landasan BK, permasalahan layanan BK, serta pelaksanaan BK di sekolah dasar dan sekolah menengah. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa layanan BK memiliki peranan penting dalam pengembangan peserta didik melalui layanan informasi, konseling, penempatan, evaluasi, dan tindak lanjut. Meskipun demikian, penerapan layanan BK masih menghadapi berbagai hambatan, di antaranya adalah keterbatasan pemahaman guru, orang tua, dan masyarakat mengenai fungsi BK, keterbatasan kompetensi profesional guru BK, ketiadaan guru BK khusus di beberapa jenjang pendidikan, administrasi BK yang belum optimal, serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti ruang konsultasi. Selain itu, keterbatasan pelatihan dan dukungan kepemimpinan sekolah juga memengaruhi efektivitas layanan BK. Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, kerja sama antara guru kelas, guru BK, kepala sekolah, dan orang tua, penyediaan sarana dan prasana yang memadai, serta penguatan administrasi dan program layanan BK secara menyeluruh. Dengan demikian, optimalisasi layanan BK memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berfungsi secara efektif dalam membantu perkembangan peserta didik.