Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang harus dikembangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Labschool UNESA 2 masih tergolong rendah karena proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Electronic Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi konflik dan integrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 42 peserta didik yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 21 peserta didik. Teknik analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, Paired Sample t-Test, Independent Sample t-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model PBL berbantuan E-LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal ini dibuktikan melalui hasil Independent Sample t-Test yang memperoleh nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Selain itu, peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 69,95% dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata sebesar 50,54% dengan kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran PBL berbantuan E-LKPD terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPS materi konflik dan integrasi.