Junaedin Wadu
1Program Studi Agribisnis Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN BALAI BENIH UTAMA SEBAGAI KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN LEWA KABUPATEN SUMBA TIMUR Asyer Huki Radandima; Junaedin Wadu
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.43683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi serta merumuskan strategi pengembangan Balai Benih Utama (BBU) sebagai kawasan agrowisata di Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan analisis strategis melalui matriks IFAS, EFAS, IE, SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), dengan melibatkan 15 responden yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBU Lewa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata, didukung oleh keberagaman komoditas hortikultura, ketersediaan lahan yang luas, kegiatan edukasi pertanian, aktivitas pertanian yang dapat diamati langsung oleh pengunjung, serta panorama alam yang menarik. Kekuatan utama terletak pada konsep edukasi pertanian yang menjadi daya tarik bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Sumba Timur, sedangkan kelemahan utamanya adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Dari sisi eksternal, peluang berasal dari tren agrowisata berbasis back to nature, sementara ancaman berupa kondisi cuaca dan iklim yang tidak menentu. Hasil analisis IFAS sebesar 2,87 dan EFAS sebesar 2,78 menempatkan BBU pada sel V matriks IE dengan strategi hold and maintain. Strategi yang dihasilkan meliputi pengembangan paket agrowisata edukatif, optimalisasi peran petani muda, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan promosi. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas adalah peningkatan sarana dan prasarana pertanian serta fasilitas pendukung agrowisata