Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI LAHAN PASCA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MENJADI LAHAN PRODUKTIF UNTUK USAHATANI SAYURAN DI KALIMANTAN SELATAN Ane Novianty; Altri Mulyani
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.44272

Abstract

Pemanfaatan lahan pasca perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung pengembangan hortikultura di Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pemanfaatan lahan pasca perkebunan kelapa sawit untuk budidaya sayuran, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani, serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung survei lapangan dan wawancara mendalam. Populasi penelitian adalah petani yang mengelola usahatani sayuran pada lahan pasca perkebunan kelapa sawit, dengan sampel sebanyak 23 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pasca perkebunan kelapa sawit memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya sayuran, didukung oleh ketersediaan lahan, infrastruktur perkebunan, serta tingginya permintaan pasar. Komoditas yang banyak dibudidayakan meliputi cabai, tomat, kangkung, selada, seledri, dan sawi. Kendala utama yang dihadapi petani adalah rendahnya kesuburan tanah, keterbatasan modal, dan kemampuan teknis yang masih beragam. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan berada pada kuadran Strengths–Opportunities (SO), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang pasar yang tersedia. Disimpulkan bahwa lahan pasca perkebunan kelapa sawit berpotensi menjadi sentra produksi sayuran yang produktif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan berupa peningkatan kapasitas petani, akses permodalan, bantuan sarana produksi, serta penguatan kelembagaan dan pemasaran untuk mendukung pengembangan hortikultura di Kabupaten Tanah Bumbu.