Ayu Aprilia
Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Sleman, Indonesia, 55281

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Pendapatan dan Hasil Tangkapan Nelayan Kecil Berdasarkan Alat Tangkap di Desa Sungai Kupah Kubu Raya Rudi Alfian; Putri Yuli Utami; Ayu Aprilia
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan profil ekonomi nelayan kecil berdasarkan jenis alat tangkap yang digunakan di Desa Sungai Kupah. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan 30 responden yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu pengguna jaring hela dasar, pengguna rawai dan bubu ikan, serta pengguna gabungan rawai, bubu ikan, dan jaring insang. Observasi lapangan juga dilakukan untuk mengamati karakteristik nelayan, seperti usia, pengalaman kerja, dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan berada pada usia produktif (40–49 tahun) dengan pengalaman kerja lebih dari 15 tahun. Meskipun demikian, tingkat pendidikan mereka relatif rendah, dengan sebagian besar hanya tamat SD. Analisis ekonomi menunjukkan adanya disparitas pendapatan bersih yang signifikan. Pengguna jaring hela dasar memiliki pendapatan bersih Rp8.580.000 per bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Meskipun demikian, seluruh strategi penangkapan menunjukkan Rasio Efisiensi (R/C Ratio) lebih dari 1, mengindikasikan bahwa setiap usaha layak dan efisien secara ekonomi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jenis alat tangkap berpengaruh nyata terhadap pendapatan, namun faktor usia dan pengalaman juga memberikan kontribusi terhadap kemampuan mengelola usaha. Peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan akses pasar yang lebih adil.