Zulfikar Zulfikar
Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia 16680

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Stok Karbon Mangrove di Muara Sungai Kawal, Kabupaten Bintan Zulfikar Zulfikar; Majariana Krisanti; Fery Kurniawan
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.8021

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di ekosistem mangrove Muara Sungai Kawal, Kabupaten Bintan. Tujuan penelitian untuk menghitung potensi biomassa atas (AGB), biomassa bawah (BGB), nekromassa, dan karbon organik sedimen (SOC) di Muara Sungai Kawal. Empat stasiun penelitian ditetapkan secara purposive sampling berdasarkan intensitas aktivitas di sekitar kawasan. Biomassa dihitung menggunakan metode non-destruktif melalui pengukuran diameter batang (DBH) dan perhitungan alometrik SOC dianalisis berdasarkan nilai bulk density dan %C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total stok karbon ekosistem mangrove berada pada kisaran 289,24 – 645,82 ton C/ha dengan rata – rata 424,94 ton C/ha. SOC merupakan carbon pool terbesar penyumbang stok karbon total yang diikuti biomassa dan nekromassa. Stasiun 4 memiliki nilai stok karbon tertinggi karena kondisi tegakan rapat dan minim gangguan, sehingga akumulasi biomassa dan sedimen kaya bahan organik. Sebaliknya, stasiun 3 dengan nilai terendah akibat tekanan aktivitas penebangan yang mengurangi tutupan vegetasi dan menurunkan masukan bahan organik ke dalam sedimen. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa mangrove Muara Sungai Kawal memiliki potensi penyimpanan karbon signifikan dan menegaskan pentingnya perlindungan kawasan mangrove untuk mendukung mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.