Penerapan konsep ekonomi biru pada sektor perikanan tangkap memerlukan model usaha yang integratif dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta kesiapan sosial nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model integratif usaha perikanan tangkap berbasis ekonomi biru di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, dengan menganalisis pengaruh konstruk aspek teknis, tekno-ekonomi, dan kesiapan sosial terhadap pembentukan model usaha ekonomi biru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap nelayan aktif, dengan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil evaluasi outer model menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai outer loading >0,70 dan AVE >0,50. Analisis inner model menunjukkan bahwa aspek teknis dan kesiapan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap model usaha ekonomi biru, dengan koefisien jalur masing-masing sebesar 0,714 dan 0,706 serta nilai R-square sebesar 0,780. Sebaliknya, konstruk tekno-ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan model usaha ekonomi biru. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan penerapan ekonomi biru dalam usaha perikanan tangkap lebih ditentukan oleh kualitas teknis armada penangkapan serta kesiapan sosial dan kelembagaan nelayan dibandingkan oleh faktor ekonomi semata. Model integratif yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan usaha perikanan tangkap yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan serta kelestarian sumber daya perikanan.