Gustina Ilena Harianja
Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETERBATASAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN RELEVANSI PERAN PENGKHOTBAH DALAM PEMBERITAAN FIRMAN: ANALISIS PERSPEKTIF HOMILETIKA KONTEMPORER TERHADAP ESENSI DAN OTORITAS PEMBERITAAN FIRMAN Gustina Ilena Harianja
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 2 (2026): JSRD, December 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i2.1679

Abstract

Artificial Intellligent atau yang sering dikenal dengan AI adalah sebuah teknologi yang dihasilkan dari kemajuan teknologi di zaman modern yang berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi manusia dalam belajar, memahami, berpikir dan sebagai alat untuk berdiskusi dan mengembangkan pemikiran manusia. Artificial Intelligent juga sudah masuk dalam pelayanan gereja terutama dalam penyusunan khotbah yang sebenarnya bisa membawa dampak bagi pertumbuhan spiritualitas jemaat. Masalah utama yang muncul dalam penelitian ini adalah bahwa khotbah yang dihasilkan AI tidak bisa membawa jemaat ke dalam refleksi spiritual yang mendalam karena tidak bisa melihat realitas yang terjadi ditengah-tengah jemaat atau masyarakat. Penelitian ini mengkaji menggunakan metode kualitatif berbasis pada literature review dengan menganalisis berbagai website, jurnal dan buku-buku yang membahas masalah penggunaan AI dan penyusunan khotbah dalam pelayanan gereja. Adapun teori yang diterapkan adalah teori homiletika kontemporer oleh Jason Thacker. Kedua buku ini menjadi alat utama untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana AI menjadi alat untuk dapat digunakan menyusun khotbah dan bagaimana peran pengkhotbah dalam hadirnya Artificial Intelligent yang semakin berkembang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI tidak bisa melampaui perasaan manusia dan AI tidak memiliki pengalaman rohani untuk menyusun khotbah sama seperti manusia.