Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja manajemen konstruksi proyek Twin Tower Universitas Diponegoro Tahap I, dengan pendekatan Earned Value Management (EVM) dan Critical Success Factors (CSF) yang diukur menggunakan Relative Performance Index (RII). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif retrospektif, menggunakan data sekunder berupa laporan mingguan selama 73 minggu dan data primer berupa kuesioner. Hasil EVM menunjukan CPI = 1,14, mengidentifikasikan efisiensi biaya 12% dari nilai kontrak. Kinerja waktu (SPI) menunjukan tiga fase dinamika, fase pertama (minggu ke-12) nilai SPI = 11,00 disebabkab distorsis matematis karena nilai PV Kumulatif awal pelaksanaan mendekati nol dan belum mencerminkan akselerasi progres fisik aktual. Fase kedua(minggu ke-39) berada di kondisi kritis SPI = minimun 0,90 disebabkan kendala pengadaan material dan MEP. pada fase ketiga atau akhir nilai SPI = 1,01 keberhasilan recovery. Data quality control menunjukan sampel beton mutu FC’ 25 dan FC’ 35 serta baja tulangan (D10-D25) memenuhi spesifikasi SNI. Analisis RII terhadap 52 sub-indikator mengidentifikasi manajemen proyek (X1) sebagai faktor dominan ( RII = 0,883) dengan sub indikator tertinggi (M7) Kemampuan menyelesaikan masalah, (M1) sistem komunikasi, (M10) identifikasi resiko. Triangulasi antara hasil EVM -RII menunjukkan fase kritis waktu berkorelasi dengan (P3 dan P2). Stabilitas biaya berkorelasi dengan sub-indikator pengendalian mutu material (B1, B3, B8). Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen proyek dalam keberhasilan proyek konstruksi