Doan Widhiandono
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Audience Loyalty and Digital Resilience: The Hybrid Media Strategy of Harian Disway Doan Widhiandono; Henri Subiakto; Rahma Sugihartati
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2026): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fast growth of digital technology has created big challenges for traditional print newspapers. Many old media companies now face serious risks to their survival. This study looks at how Harian Disway, a national print newspaper in Indonesia, has adapted to stay strong in the digital age. Using the Business Model Canvas (BMC) as a tool, the research explores key parts of the newspaper's business, such as its target readers, what value it offers, how it makes money, and how it uses digital platforms. Data were collected through interviews with managers. The results show that Harian Disway uses a mixed model. It shares content on many platforms, builds strong ties with loyal readers, earns money from various sources (not just ads), and focuses on specific audience groups like Persebaya football fans and fans of Korean pop culture. The newspaper combines good storytelling with smart cost control and support from its reader community. This helps it keep its journalistic values while adjusting to new ways people consume news. This case shows how traditional media can survive and grow through innovation, trust, and new business strategies. ABSTRAK Pertumbuhan pesat teknologi digital telah menimbulkan tantangan besar bagi surat kabar cetak tradisional. Banyak perusahaan media lama kini menghadapi risiko serius terhadap kelangsungan hidupnya. Penelitian ini mengkaji bagaimana Harian Disway, sebuah surat kabar cetak nasional di Indonesia, telah beradaptasi untuk tetap bertahan di era digital. Dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat, penelitian ini mengeksplorasi bagian-bagian utama dari bisnis surat kabar tersebut, seperti pembaca sasarannya, nilai apa yang ditawarkannya, bagaimana ia menghasilkan uang, dan bagaimana ia memanfaatkan platform digital. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para manajer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Disway menggunakan model campuran. Surat kabar ini membagikan konten di berbagai platform, membangun hubungan yang kuat dengan pembaca setia, memperoleh pendapatan dari berbagai sumber (tidak hanya iklan), dan berfokus pada kelompok audiens tertentu seperti penggemar sepak bola Persebaya dan penggemar budaya pop Korea. Surat kabar ini memadukan penceritaan yang baik dengan pengendalian biaya yang cerdas serta dukungan dari komunitas pembacanya. Hal ini membantunya mempertahankan nilai-nilai jurnalistiknya sambil menyesuaikan diri dengan cara-cara baru masyarakat dalam mengonsumsi berita. Kasus ini menunjukkan bagaimana media tradisional dapat bertahan dan berkembang melalui inovasi, kepercayaan, dan strategi bisnis baru.