Cindy Sinurat
Universitas Kristen Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PEMAKNAAN PEREMPUAN GENERASI Z TERHADAP KEKERASAN DALAM BERPACARAN: PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK Cindy Sinurat; Sunengsih D Simatupang
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan Generasi Z memaknai kekerasan dalam hubungan berpacaran. Fenomena kekerasan dalam pacaran masih menjadi permasalahan yang sering terjadi pada perempuan muda, namun tidak semua bentuk kekerasan disadari sebagai perilaku yang berbahaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental. Informan penelitian terdiri dari tujuh perempuan Generasi Z yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik coding Corbin dan Strauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Generasi Z memaknai pacaran sebagai hubungan yang didasarkan pada cinta, komitmen, komunikasi, dan rasa aman. Namun, sebagian informan masih memaknai perilaku posesif, kontrol, dan kecemburuan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Penelitian menemukan enam tema utama, yaitu pemaknaan tentang hubungan berpacaran, pembatasan dalam pacaran, pengalaman kekerasan dalam pacaran, alasan bertahan dalam hubungan yang mengandung kekerasan, kekerasan tidak selalu dimaknai sebagai kekerasan, serta kekerasan dimaknai sebagai kontrol, manipulasi, dan kepemilikan. Selain itu, korban cenderung bertahan karena cinta, harapan pasangan akan berubah, ketergantungan emosional, dan ketakutan kehilangan pasangan. Berdasarkan perspektif Interaksionisme Simbolik, pemaknaan terhadap kekerasan dalam pacaran terbentuk melalui proses interaksi sosial dan interpretasi simbol-simbol yang muncul dalam hubungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa normalisasi terhadap perilaku posesif dan kontrol berpotensi membuat korban sulit mengenali kekerasan sejak tahap awal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai hubungan sehat dan kesadaran terhadap berbagai bentuk kekerasan dalam pacaran pada perempuan Generasi Z