Ghina Suci Nuramalia
Universitas Islam Syekh Yusuf

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KELURAHAN DALAM MENGATASI FENOMENA PORNOGRAFI ANAK MELALUI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN RAJEG KABUPATEN TANGERANG Muhammad Zaki Andiva Kifli; Silfa Auliya Sintara; Dhea Anggun Aprilliana; Ghina Suci Nuramalia; Reva Helma Fitriana; Rendy Septian6
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8100

Abstract

Meningkatnya paparan konten pornografi pada anak-anak sekolah dasar melalui media digital telah menjadi isu kritis yang membutuhkan intervensi berbasis komunitas secara segera. Penelitian ini mengeksplorasi peran Perpustakaan Umum Rajeg, yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Indonesia, sebagai ruang edukatif yang aman untuk membantu memitigasi risiko paparan pornografi pada anak usia 6 hingga 12 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perpustakaan komunitas dapat berfungsi sebagai agen perlindungan dan literasi di era digital. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, kepala perpustakaan, dan anak-anak yang menjadi pengunjung rutin perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan berfungsi tidak hanya sebagai pusat membaca, tetapi juga sebagai tempat aman untuk literasi digital dan pengembangan karakter. Anak-anak menunjukkan peningkatan kebiasaan membaca, penurunan waktu layar, serta kesadaran yang lebih tinggi terhadap keamanan konten berani. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, pendidik, dan orang tua dalam membangun ekosistem literasi digital yang berkelanjutan dan ramah anak. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan komunitas perpustakaan sebagai pusat literasi digital dapat menjadi strategi praktis untuk melindungi anak dari paparan konten berani yang berbahaya. Model ini berpotensi direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari kerangka kebijakan perlindungan anak dan pendidikan yang lebih luas.