Abstrak— Pengelolaan inventaris laboratorium memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran operasional serta memastikan pemantauan aset dapat dilakukan secara berkesinambungan. Meskipun demikian, sebagian besar sistem inventaris laboratorium masih dibangun menggunakan arsitektur monolitik yang cenderung memiliki keterbatasan dari sisi modularitas, skalabilitas, dan kemudahan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem inventaris laboratorium berbasis web dengan mengombinasikan pendekatan Microservices dan Clean Architecture untuk menghasilkan sistem yang lebih fleksibel, modular, dan mudah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Tahapan yang dilakukan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Go (Golang) dengan framework Gin, PostgreSQL sebagai sistem manajemen basis data, serta Docker untuk mendukung proses deployment. Penerapan arsitektur Microservices dilakukan dengan memecah sistem menjadi beberapa layanan yang berdiri sendiri, sedangkan Clean Architecture diterapkan untuk mengatur struktur internal setiap layanan melalui pemisahan layer presentation, application, repository, dan database. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Microservices dan Clean Architecture mampu menghasilkan sistem inventaris laboratorium dengan pembagian tanggung jawab yang lebih terstruktur, mendukung pengembangan fitur secara independen, serta meningkatkan maintainability dan readability kode. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian unit, pengujian integrasi, pengujian fungsional, serta analisis kualitas kode menggunakan SonarQube. Berdasarkan hasil evaluasi, sistem yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan fungsional pengguna dan memberikan fleksibilitas yang lebih baik untuk pengembangan jangka panjang yang skalabel. Kata Kunci— Sistem Inventaris Laboratorium, Microservices, Clean Architecture, Golang, Maintainability, Skalabilitas.