Penelitian ini mengkaji pergeseran orientasi impian dan disorientasi motivasi yang dialami mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) pada fase dewasa awal, di mana tekanan akademik, ekspektasi masa depan, dan keterbatasan ruang komunikasi reflektif berkontribusi pada kondisi yang memengaruhi cara mahasiswa memandang arah hidupnya. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan responden dan kuesioner terhadap sepuluh mahasiswa, dengan total durasi wawancara lebih dari 250 menit. Temuan menunjukkan bahwa impian masa kecil responden bersifat imajinatif dan dipengaruhi oleh paparan media serta figur publik, sementara pada masa kini orientasi tersebut bergeser ke arah yang lebih pragmatis dan berorientasi keberlangsungan ekonomi. Seluruh responden mengalami hambatan ekspresi diri yang terbagi dalam tiga tipe — standar internal yang belum terpenuhi, ketidakpercayaan terhadap lingkungan sosial, dan ketiadaan wadah komunikasi yang memadai — dengan dorongan ekspresif yang tetap ada namun diarahkan ke saluran yang lebih terkontrol dan tersembunyi. Sebagai respons terhadap gap tersebut, penelitian ini mengusulkan rancangan sistem novel visual interaktif sebagai medium refleksi diri yang bersifat adaptif, menggunakan sistem percabangan berbasis bobot yang merespons kondisi psikologis pemain secara real-time melalui tiga jalur — positif, netral, dan negatif — serta dilengkapi sistem pencatatan pribadi yang menghasilkan arsip yang dapat diakses dan dibawa keluar dari sistem. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan novel visual sebagai medium refleksi diri dalam konteks Desain Komunikasi Visual, sekaligus menawarkan kerangka perancangan yang dapat diadaptasi untuk kebutuhan serupa.