Sutriyono Sutriyono
STID Al Hadid, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Genealogi Gerakan Dakwah Islam di Indonesia Abad 18-20 M: Kontinuitas, Diskontinuitas, dan Transformasinya Sutriyono Sutriyono; Ahmad Hidayat
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.474

Abstract

Perkembangan gerakan dakwah Islam di Indonesia merupakan fenomena historis yang terbentuk melalui proses transmisi keilmuan, jaringan ulama, perubahan sosial-politik, dan interaksi dengan dinamika dunia Islam global. Artikel ini bertujuan menganalisis genealogi gerakan dakwah Islam di Indonesia abad 18-20 M melalui perspektif kontinuitas dan diskontinuitas Pemikiran dakwah Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan sejarah intelektual, teori kontinuitas–diskontinuitas, dan sosiologi dakwah. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang membahas jaringan ulama Nusantara, neo-sufisme, modernisme Islam, revivalisme Islam, dan fundamentalisme Islam di Indonesia. Analisis data dilakukan melalui tahapan interpretasi historis, kategorisasi tematik, dan analisis relasional terhadap perubahan gerakan dakwah Islam dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan gerakan dakwah Islam di Indonesia berlangsung secara dinamis melalui dialektika antara tradisi neo-sufisme, ortodoksi Sunni, purifikasi Wahabi-Salafi, modernisme Islam, dan gerakan Islam politik. Kontinuitas tampak pada bertahannya jaringan ulama, tradisi madzhab Syafi’i, dan pola dakwah berbasis pesantren, sedangkan diskontinuitas terlihat pada transformasi strategi dakwah, perubahan otoritas keagamaan, serta munculnya gerakan revivalisme dan fundamentalisme Islam kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa Gerakan dakwaj Islam di Indonesia melainkan hasil dari proses historis yang panjang, dipengaruhi oleh kolonialisme, modernisasi, globalisasi gerakan Islam, dan perubahan struktur sosial-keagamaan masyarakat Muslim Indonesia.