Hamsiah Hamsiah
Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI TERHADAP DAYA TERIMA MENU DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS PADA SISWA SMP 36 MAKASSAR Nadimin Nadimin; Hamsiah Hamsiah; Manjilala Manjilala; Chaerunnimah Chaerunnimah
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v15i1.50252

Abstract

Pendahuluan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan strategi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan pada peserta didik, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat daya terima makanan oleh siswa. Edukasi gizi sering digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat pada remaja, tetapi pengaruhnya terhadap daya terima makanan dalam program makan sekolah masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi terhadap daya terima makanan pada program MBG di SMP Negeri 36 Makassar. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental two-group pretest–posttest dengan 61 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling. Daya terima makanan diukur menggunakan metode Comstock, dan data dianalisis menggunakan paired sample t-test serta independent sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor daya terima pada beberapa komponen makanan setelah intervensi. Namun, peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik pada makanan pokok (p=0,452), lauk hewani (p=0,801), sayuran (p=0,053), dan buah (p=0,103). Sebaliknya, terdapat peningkatan signifikan pada daya terima lauk nabati pada kelompok intervensi (p<0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,002). Kesimpulan: Edukasi gizi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya terima lauk nabati, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap komponen makanan lainnya.