Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUJIAN EFEK ANTHELMINTIK SIRUP BIJI DAN KULIT BUAH PEPAYA ( Carica papaya L. ) TERHADAP CACING Ascaris suum SECARA IN VITRO. Agust Dwi Djajanti; Putra Satrio; Yusriyani
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/fae1w339

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), diperkirakan sekitar 1,5 miliar orang di dunia mengalami infeksi Soil Transmitted Helminth (STH), yaitu kelompok parasit usus yang penularannya melalui media tanah. Salah satu pendekatan alternatif dalam penanggulangan helminthiasis adalah pemanfaatan obat tradisional, seperti biji pepaya, yang secara empiris diketahui memiliki aktivitas anthelmintik karena kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Selain itu, kulit pepaya juga mengandung nutrisi penting seperti mineral, kalium, protein, serta beta karoten yang berkontribusi pada potensi anthelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas sirup yang terbuat dari biji dan kulit pepaya terhadap kematian cacing Ascaris suum secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa sirup biji pepaya pada konsentrasi 5% memiliki waktu kematian cacing terlama, yaitu rata-rata 5 jam 15 menit, sedangkan sirup kulit pepaya pada konsentrasi yang sama membutuhkan waktu rata-rata 4 jam 15 menit. Pada konsentrasi 15%, kedua sirup menunjukkan waktu kematian tercepat, yaitu rata-rata 4 jam. Hasil penelitian  ini mengindikasikan bahwa komponen kimia yang terdapat ada ektrask biji dan kulit buah pepaya memiliki efek anthelmintik pada cacing Ascaris  suum dalam bentuk sediaan sirup