Pemanfaatan pangan lokal perlu disertai pemahaman gizi dan keterampilan pengolahan agar keluarga dapat menyusun makanan yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang gizi keluarga dan memperkenalkan diversifikasi jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kale Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, pada tahun 2025, dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, kader pelayanan kesehatan dan pemberdayaan keluarga, serta remaja putri. Pelaksanaan berlangsung selama satu hari melalui koordinasi dengan pemerintah desa, pengamatan potensi pangan, penyuluhan interaktif, praktik pembuatan es jagung Hawai, dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan ditelaah secara deskriptif berdasarkan laporan pelaksanaan, respons peserta, serta dokumentasi materi dan produk. Peserta menunjukkan antusiasme dalam membahas stunting dan masa seribu hari pertama kehidupan. Laporan pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti praktik pembuatan produk yang diperkenalkan dengan pendampingan selama kegiatan. Kader menyampaikan rencana melanjutkan pelatihan melalui kegiatan bulanan, sedangkan pemerintah desa mendukung pengembangan usaha berbasis jagung. Kendala mencakup keterbatasan peralatan, pemahaman awal yang belum merata, dan variasi sumber protein yang terbatas. Resep produk masih memerlukan peninjauan kandungan gula, kecukupan protein, ukuran porsi, dan kesesuaian usia sebelum digunakan sebagai makanan tambahan balita. Kegiatan menghasilkan pengalaman belajar dan keterampilan pengolahan yang dapat menjadi dasar pendampingan berikutnya. Dampak terhadap pertumbuhan anak belum dapat disimpulkan karena tidak tersedia pengukuran pengetahuan terstandar maupun data antropometri sebelum dan sesudah kegiatan.