Muhibbin Muhibbin
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arus Informasi Mengenai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember Dalam Menarik Minat Calon Mahasiswa: The Flow of Information About the State Islamic Institute of Jember in Attracting Prospective Students Muhibbin Muhibbin
Fenomena Vol 1 No 1 (2002): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v1i1.270

Abstract

Despite various promotional programmes, STAIN Jember has not seen a significant annual increase in new student enrolment, suggesting suboptimal use of mass media in its socialisation processes. Drawing on communication theory and information diffusion models, this study investigates the volume of information received by prospective students, their information sources, the media channels used, and existing barriers. A survey was conducted, distributing questionnaires to 600 senior high school students across Jember, Situbondo, and Banyuwangi, selected through proportional cluster sampling. The findings reveal that although prospective students actively use television, radio, newspapers, and the internet to meet their information needs, STAIN Jember remains heavily reliant on brochures and banners, with 63% of respondents never having received an enrolment brochure. Furthermore, 57.2% expressed interest in enrolling, yet 64.5% never actively sought information about the institution, indicating a critical information gap. The study concludes that ineffective socialisation, limited use of mass media, and a lack of student involvement in campus activities exacerbate this asymmetry. It is recommended that STAIN Jember establish formal collaborations with the Department of Religious Affairs and the Department of Education, optimise multi-channel media strategies, and involve high school students in campus events to enhance information accessibility and institutional appeal. Meskipun memiliki berbagai program promosi, STAIN Jember belum mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pendaftar mahasiswa baru setiap tahunnya, yang mengindikasikan pemanfaatan media massa yang belum optimal dalam proses sosialisasi. Berdasarkan teori komunikasi dan model difusi informasi, penelitian ini menyelidiki volume informasi yang diterima calon mahasiswa, sumber informasi, saluran media yang digunakan, serta hambatan yang ada. Metode survei diterapkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 600 siswa SLTA di Jember, Situbondo, dan Banyuwangi, yang dipilih melalui teknik proportional cluster sampling. Temuan menunjukkan bahwa meskipun calon mahasiswa aktif menggunakan televisi, radio, koran, dan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka, STAIN Jember masih sangat bergantung pada brosur dan spanduk, dengan 63% responden tidak pernah menerima brosur pendaftaran. Lebih lanjut, 57,2% menyatakan berminat mendaftar, tetapi 64,5% tidak pernah secara aktif mencari informasi tentang STAIN Jember, yang menunjukkan kesenjangan informasi yang kritis. Penelitian menyimpulkan bahwa sosialisasi yang tidak efektif, keterbatasan penggunaan media massa, dan kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan kampus memperparah asimetri ini. Direkomendasikan agar STAIN Jember menjalin kerja sama formal dengan Departemen Agama dan Dinas Pendidikan, mengoptimalkan strategi multi-channel media, serta melibatkan siswa sekolah menengah dalam kegiatan kampus untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan daya tarik institusi.
Pola Dakwah Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) kepada Masyarakat Muslim Tionghoa di Kabupaten Jember: The Da'wah Approach of the Islamic Monotheism Faith Development Association (PITI) to the Chinese Muslim Community in Jember Regency Muhibbin Muhibbin
Fenomena Vol 2 No 1 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v2i1.320

Abstract

The Chinese Muslim community in Indonesia, as an ethnic and religious minority, faces complex challenges in maintaining its Islamic identity while navigating cross-ethnic social interactions, often hindered by historical exclusivism and cultural barriers. Using a qualitative case study approach with data collection techniques including participant observation, in-depth interviews, and documentation, this research examines the social interaction models and da'wah patterns developed by the Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) in Jember. The findings reveal that PITI Jember, established in 1991, has developed da'wah activities across socio-religious, economic, and educational domains, including regular religious gatherings (pengajian), religious consultations, ta'aruf (mutual introduction), and preacher cadre training. Despite operating at a growth stage rather than an advanced developmental stage, the organization demonstrates dynamic activities that foster inclusive interactions among Chinese Muslims, Chinese non-Muslims, and non-Chinese Muslims. Key obstacles include limited human resources, a lack of a dedicated mosque facility, and persistent perceptions of exclusivism. This study concludes that PITI Jember successfully promotes assimilation and ukhuwah Islamiyah (Islamic brotherhood) through value-based approaches and recommends strengthening institutional capacity and public-private partnerships to enhance da'wah effectiveness. Masyarakat Muslim Tionghoa di Indonesia, sebagai minoritas etnis dan agama, menghadapi tantangan kompleks dalam mempertahankan identitas keislaman sekaligus menjalin interaksi sosial lintas etnis yang sering terhambat oleh eksklusivisme historis dan hambatan budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasi terlibat, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji model interaksi sosial dan pola dakwah yang dikembangkan oleh Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) di Jember. Temuan menunjukkan bahwa PITI Jember yang berdiri tahun 1991 mengembangkan tindakan dakwah di bidang sosial keagamaan, ekonomi, dan pendidikan, meliputi pengajian, konsultasi agama, ta’aruf, serta pengkaderan dai. Meskipun masih dalam taraf pertumbuhan dan belum memasuki taraf perkembangan yang intensif, organisasi ini menunjukkan dinamika kegiatan yang mampu mendorong interaksi inklusif antara Muslim Tionghoa, non-Muslim Tionghoa, dan Muslim non-Tionghoa. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum adanya sarana masjid, serta anggapan masyarakat bahwa PITI adalah organisasi eksklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PITI Jember berhasil mendorong pembauran dan ukhuwah Islamiyah melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan, dengan rekomendasi penguatan kapasitas kelembagaan dan kemitraan lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas dakwah.