Character education in Indonesia faces serious challenges due to the decline of national morality, such as corruption and student brawls, necessitating an effective educational design. This study aims to analyze the character education design based on Islamic boarding schools at Al-Karomah Islamic Boarding School, Bali. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the character education design employs four main model approaches: Ahlussunnah Wal-Jama'ah-based character education, habituation-based character education, exemplary character education, and discipline-based character education. In conclusion, the integration of these four models proves effective in shaping students who are faithful, morally upright, and insightful. This study recommends that other Islamic boarding schools adopt such a holistic approach, blending traditional values with modern management to strengthen the nation's character resilience in the era of globalization. Pendidikan karakter di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat merosotnya moral bangsa, seperti korupsi dan tawuran pelajar, sehingga diperlukan desain pendidikan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain pendidikan karakter berbasis pondok pesantren di Pondok Pesantren Al-Karomah, Bali. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pendidikan karakter di pesantren ini menggunakan empat model pendekatan utama, yaitu pendidikan karakter ala Ahlussunnah Wal-Jama'ah, pendidikan karakter berbasis pembiasaan, pendidikan karakter melalui keteladanan, dan pendidikan karakter berbasis kedisiplinan. Kesimpulannya, integrasi keempat model tersebut terbukti efektif membentuk santri yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas. Penelitian ini merekomendasikan agar pesantren lain mengadopsi pendekatan holistik tersebut serta memadukan nilai-nilai tradisional dengan manajemen modern untuk memperkuat ketahanan karakter bangsa di era globalisasi.