Sarwan Sarwan
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga: Studi Kasus di Desa Alassumur Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso: The Implementation of Islamic Religious Education in the Family: A Case Study in Alassumur Village, Pujer Subdistrict, Bondowoso Regency Sarwan Sarwan
Fenomena Vol 2 No 2 (2003): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v2i2.330

Abstract

The implementation of Islamic religious education within the family is increasingly urgent amid concerns about moral divergence and the erosion of religious values in contemporary society. Islamic education is theoretically the foundation for shaping complete human beings (insan kamil) through lifelong learning. This study aims to describe how Islamic religious education is implemented and the roles parents play in carrying it out within families in Alassumur Village. A qualitative descriptive case study design was employed, using participant observation, unstructured interviews, and documentary methods to collect data from key informants, including village officials, religious leaders, community leaders, and residents. The findings reveal that Islamic religious education in the village encompasses three main areas: aqidah (faith), syari'ah (worship practices, including prayer, fasting, and zakat), and akhlak (morals toward God, parents, others, and the environment). Parents perform three primary roles: as instructors providing religious knowledge, as trainers modeling and practicing religious activities, and as counselors guiding and supervising children's behavior. The study concludes that family-based Islamic education is foundational for children's character development, and it recommends that parents increase time for direct guidance despite constraints such as work obligations. Pelaksanaan pendidikan agama Islam dalam keluarga semakin mendesak di tengah kekhawatiran terjadinya penyimpangan moral dan lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat kontemporer. Secara teoretis, pendidikan Islam berfungsi sebagai fondasi pembentukan manusia utuh (insan kamil) melalui proses pendidikan seumur hidup. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan agama Islam serta peran orang tua dalam keluarga di Desa Alassumur. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus digunakan, dengan metode observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi kepada informan kunci seperti perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam di desa tersebut mencakup tiga bidang utama: akidah, syariah (sholat, puasa, zakat), dan akhlak (kepada Tuhan, orang tua, sesama, dan lingkungan). Orang tua menjalankan tiga peran utama: sebagai pengajar yang memberikan pengetahuan agama, sebagai pelatih yang membiasakan praktik ibadah, dan sebagai pembimbing yang mengawasi perilaku anak. Kesimpulannya, pendidikan agama dalam keluarga merupakan fondasi utama pembentukan kepribadian anak, dan direkomendasikan agar orang tua meningkatkan waktu bimbingan langsung meskipun terdapat kendala seperti kesibukan kerja.
Peran Tokoh Informal dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Umat di PP. An-Nuriyah Kaliwining Rambipuji Jember: The Role of Informal Leaders in Enhancing the Quality of Community Education at An-Nuriyah Islamic Boarding School, Kaliwining, Rambipuji, Jember Sarwan Sarwan
Fenomena Vol 5 No 2 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i2.393

Abstract

The low level of support and the limited participatory roles of informal leaders in educational development constitute a critical issue in Jember Regency. This research examines the strategic role of informal leaders as agents of social change to improve the quality of community education. The study aims to analyze the roles, strategies, and constraints of informal leaders at Annuriyah Islamic Boarding School in Kaliwining. A qualitative approach was employed, using observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that informal leaders are directly involved in strengthening moral character, improving teacher quality, developing the curriculum, and building academic traditions within the pesantren. Externally, they contribute to community service, parent guidance, and economic empowerment. In conclusion, informal leaders significantly enhance educational quality through effective pesantren management and university partnerships. The study recommends local government policies that support pesantren education and increased community participation. Rendahnya dukungan dan peran partisipatif tokoh informal dalam pembangunan pendidikan menjadi isu krusial di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertolak dari peran strategis tokoh informal sebagai agen perubahan sosial dalam meningkatkan mutu pendidikan umat. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran, strategi, serta hambatan tokoh informal di Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh informal terlibat langsung dalam penguatan akhlakul karimah, peningkatan kualitas sumber daya guru, pengembangan kurikulum, serta membangun tradisi akademik pesantren. Secara eksternal, mereka berperan dalam pengabdian masyarakat, pembinaan wali santri, dan pemberdayaan ekonomi. Kesimpulannya, tokoh informal berkontribusi signifikan melalui manajemen pesantren yang efektif dan kemitraan dengan perguruan tinggi. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada pendidikan pesantren serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Pembelajaran Tradisional dalam Pandangan Santri: Traditional Learning from the Perspective of Islamic Boarding School Students Sarwan Sarwan
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.402

Abstract

Traditional Islamic education faces tensions between preserving heritage and integrating modern methods, yet many pesantren maintain classical systems despite contemporary pressures. This study explores how traditional learning systems operate and why students remain attracted to them at Madrasah Diniyah PP. Salafiyah Curahkates, Jember. Using a descriptive qualitative case study approach, data were collected through participant observation, unstructured interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that the learning system comprises four key components: objectives focused on moral-religious formation; local curricula based on classical kitab (manhaj); sorogan (individual), bandongan (lecture), and mudzakarah (discussion) methods; and oral, written, and behavioral evaluations. Students are strongly interested because these traditional methods foster barakah (spiritual blessing), direct correction from teachers, mastery learning through kitab completion, and close student-kyai relationships. The study concludes that traditional learning persists not as a relic but as a valued pedagogical choice. Recommendations include systematically documenting local manhaj and more formally integrating character assessment while preserving sorogan and bandongan as core identity markers. Pendidikan Islam tradisional menghadapi ketegangan antara mempertahankan warisan dan mengintegrasikan metode modern, namun banyak pesantren tetap mempertahankan sistem klasik. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sistem pembelajaran tradisional beroperasi dan mengapa santri tetap tertarik di Madrasah Diniyah PP. Salafiyah Curahkates, Jember. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan sistem pembelajaran terdiri dari empat komponen: tujuan pembentukan moral-keagamaan; kurikulum lokal berbasis kitab kuning (manhaj); metode sorogan, bandongan, dan mudzakarah; serta evaluasi lisan, tulisan, dan perilaku. Santri sangat tertarik karena metode tradisional ini memberikan keberkahan, koreksi langsung dari ustadz, penguasaan tuntas melalui khataman kitab, serta hubungan dekat dengan kyai. Kesimpulannya, pembelajaran tradisional bertahan bukan sebagai peninggalan tetapi pilihan pedagogis yang dihargai. Rekomendasi mencakup pendokumentasian manhaj lokal secara sistematis dan pengintegrasian penilaian karakter yang lebih formal tanpa meninggalkan sorogan dan bandongan sebagai penanda identitas utama.
Pengembangan Tradisi Keilmuan Pondok Pesantren: Development of the Scientific Tradition in Islamic Boarding Schools Sarwan Sarwan
Fenomena Vol 13 No 1 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i1.548

Abstract

Islamic boarding schools are believed to be an alternative solution to current educational problems. One of the management changes is the emergence of the development of boarding school traditions that combine Islamic education—synonymous with classical books—with general education, professional systems and methods, and skill provision for students. Thus, boarding schools, which were originally focused solely on Salaf education, are now seeing the emergence of Islamic boarding schools that incorporate general subject materials and science skills. Additionally, Islamic boarding schools are also striving to provide educational institutions that meet the needs of students, equipped with managerial techniques appropriate to changing demands. This study focuses on the scientific tradition of Islamic boarding schools. Pondok pesantren diyakini sebagai alternatif solusi bagi permasalahan pendidikan saat ini. Salah satu perubahan manajemen yang terjadi adalah munculnya pengembangan tradisi pesantren yang menggabungkan pendidikan Islam—yang identik dengan kitab-kitab klasik—dengan pendidikan umum, sistem dan metode profesional, serta pembekalan keterampilan bagi santri. Dengan demikian, pesantren yang awalnya hanya berfokus pada pendidikan salaf, kini mulai bermunculan pesantren yang memasukkan materi-materi pelajaran umum dan keterampilan sains. Selain itu, pesantren juga berupaya menyediakan lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan santri, dilengkapi dengan teknik manajerial yang sesuai dengan tuntutan perubahan. Penelitian ini berfokus pada tradisi keilmuan pondok pesantren.