St. Mislikhah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kesalahan Berbahasa: Studi tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Skripsi Mahasiswa STAIN Jember: Language Error Analysis: A Study on the Use of Indonesian in Undergraduate Theses of Students at the State Institute for Islamic Studies (STAIN) Jember St. Mislikhah
Fenomena Vol 3 No 2 (2004): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v3i2.349

Abstract

Proper use of Indonesian in academic writing, such as undergraduate theses, remains a challenge for students, as evidenced by numerous language errors in theses at STAIN Jember. This study underscores the importance of mastering standard Indonesian in formal academic writing. It aims to analyze errors in Indonesian usage in students’ theses, focusing on error fields, types, causes, and severity levels. A qualitative content analysis was employed, examining ten theses from 2003 and supported by interviews with students, Indonesian language lecturers, and thesis advisors. The findings reveal errors in four areas: spelling, word choice, sentence construction, and paragraph development. Most errors are local and stem from intralanguage errors, such as overgeneralization and incomplete rule application. The study recommends curriculum and instructional improvements based on error analysis to enhance students’ academic writing quality. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam karya tulis ilmiah seperti skripsi masih menjadi tantangan bagi mahasiswa, yang tercermin dari banyaknya kesalahan berbahasa dalam skripsi mahasiswa STAIN Jember. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan ragam bahasa baku dalam penulisan akademik formal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam skripsi mahasiswa STAIN Jember, meliputi bidang kesalahan, tipe kesalahan, sumber penyebab, serta tingkat keseriusannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap sepuluh skripsi tahun 2003, serta didukung wawancara dengan mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah bahasa Indonesia, dan dosen pembimbing skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ditemukan dalam empat bidang: ejaan, pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan paragraf. Sebagian besar kesalahan bersifat lokal dan disebabkan oleh kesalahan intrabahasa seperti generalisasi kaidah yang tidak tepat dan penerapan kaidah yang tidak sempurna. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan pengajaran bahasa Indonesia berbasis analisis kesalahan untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa.
Pola Pembinaan Keimanan dan Ketakwaan Siswa di SMK Negeri Kencong Kabupaten Jember: Patterns of Faith and Piety Development Among Students at Kencong State Vocational High School, Jember Regency St. Mislikhah
Fenomena Vol 4 No 1 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i1.362

Abstract

Fostering faith and piety (imtak) as the core of Indonesia’s national education goals faces persistent challenges, including dichotomous views of religious and general knowledge, limited teacher competence, and suboptimal collaboration among schools, parents, and the community. This qualitative descriptive study, framed by the theory of integrative imtak development and the national education system as a holistic entity, describes patterns of imtak development at SMAN 1 Kencong. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation from purposively sampled teachers, then analyzed using an interactive model. The findings reveal that imtak development is implemented through five integrated strategies: optimizing Islamic Religious Education instruction with varied methods and functional material delivery; integrating imtak values into general/science subjects, practiced by 85% of teachers; structuring religious extracurricular activities such as Ramadan programs, Quran recitation, and qurban; creating a conducive Islamic school climate through salam, doa, infaq, and congregational prayers; and establishing collaborative partnerships with parents and the community for both preventive and curative interventions. The study concludes that a holistic, multi-strategy pattern effectively enhances students’ religious commitment, discipline, and moral conduct, and recommends systematic teacher training and formalized school-community cooperation mechanisms. Urgensi pembinaan keimanan dan ketakwaan (imtak) sebagai inti tujuan Pendidikan Nasional Indonesia menghadapi tantangan seperti pandangan dikotomis antara ilmu agama dan umum, keterbatasan kompetensi guru, serta belum optimalnya kerja sama sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Penelitian deskriptif kualitatif ini, yang berlandaskan pada teori pembinaan imtak integratif dan sistem pendidikan nasional sebagai kesatuan utuh, bertujuan mendeskripsikan pola pembinaan imtak siswa di SMAN 1 Kencong. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi dari guru yang dipilih secara purposive, lalu dianalisis dengan model interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembinaan imtak dilakukan melalui lima strategi terpadu: optimalisasi Pendidikan Agama Islam dengan metode bervariasi dan materi fungsional; integrasi nilai imtak ke mata pelajaran umum/iptek yang dilakukan 85% guru; kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti Ramadhan, tadarus, dan kurban; penciptaan iklim sekolah Islami melalui salam, doa, infak, dan salat berjamaah; serta kerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk tindakan preventif dan kuratif. Penelitian menyimpulkan bahwa pola holistik multi-strategi efektif meningkatkan komitmen beragama, disiplin, dan akhlak siswa, dengan rekomendasi pelatihan guru sistematis dan formalisasi kerja sama sekolah-komunitas.
Alih Kode dalam Komunikasi Lisan antara Dosen dan Mahasiswa di STAIN Jember: Code-Switching in Oral Communication between Lecturers and Students at the State Islamic College (STAIN) Jember St. Mislikhah
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.387

Abstract

In bilingual or multilingual academic settings, code-switching is a natural yet often overlooked phenomenon that shapes classroom and informal communication between lecturers and students. Grounded in the sociolinguistic framework of code-switching, this study addresses the gap in understanding its patterns, causes, and purposes within Indonesian higher education. The research aims to describe code-switching patterns, identify the factors that influence them, and explain the communicative goals behind code-switching in oral interactions at STAIN Jember. A descriptive qualitative approach was employed, involving observations, interviews, and documentation of ten speech events between lecturers and students, both inside and outside the classroom. The findings reveal that code-switching occurs in the forms of language switching (Javanese-Indonesian and Madurese-Indonesian) and variety switching (formal to informal, complete to concise). The main factors include the speaker, interlocutor, and topic of discussion. The study concludes that code-switching serves six key purposes: emphasizing material, generating humor, building rapport, expressing surprise, showing annoyance, and demonstrating respect. Recommendations include integrating code-switching awareness into lecturer training and communication curricula. Dalam lingkungan akademik bilingual atau multilingual, alih kode merupakan fenomena alami namun sering diabaikan yang membentuk komunikasi lisan antara dosen dan mahasiswa. Penelitian ini berlandaskan kerangka sosiolinguistik tentang alih kode dan bertujuan mendeskripsikan pola, faktor penyebab, serta tujuan alih kode dalam komunikasi lisan di STAIN Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada sepuluh peristiwa tutur antara dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode terjadi dalam wujud alih bahasa (Jawa-Indonesia dan Madura-Indonesia) serta alih ragam (formal ke nonformal, lengkap ke ringkas). Faktor penyebabnya meliputi pembicara, mitra bicara, dan topik pembicaraan. Penelitian menyimpulkan bahwa alih kode memiliki enam tujuan utama: memberikan penegasan materi, membangkitkan humor, membina keakraban, mengungkapkan keterkejutan, menunjukkan kejengkelan, dan mengekspresikan rasa hormat. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya peningkatan kesadaran tentang alih kode dalam pelatihan dosen dan kurikulum komunikasi.
Pendidikan Pesantren Berperspektif Gender: Gender Perspective in Islamic Boarding School Education St. Mislikhah
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.397

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia have strategic potential as agents of social change, yet many still perpetuate patriarchal norms and gender bias in their curricula and teaching methods. This study describes how gender-perspective education is implemented at Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, focusing on the curriculum and learning methodologies. A qualitative case study approach was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, display, and verification, with credibility ensured through extended observation and triangulation. The findings reveal that a gender perspective is integrated into the pesantren curriculum, although no standalone gender subject exists. Gender messages are embedded in classical kitab kuning studies, while role modeling and gender mainstreaming are practiced in daily activities. Learning methods such as sorogan, bandongan, and memorization are adapted to encourage critical thinking, avoid segregation, and provide equal opportunities for male and female students. The study concludes that gender-responsive education at Nurul Islam is viable through curriculum integration, egalitarian role modeling, and inclusive pedagogy. Recommendations include formalizing gender materials and providing continuous teacher training to sustain institutional transformation toward gender justice. Pesantren di Indonesia memiliki potensi strategis sebagai agen perubahan sosial, namun banyak di antaranya masih melestarikan norma patriarkhi dan bias gender dalam kurikulum serta metode pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendidikan berperspektif gender di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, khususnya pada kurikulum dan metodologi pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data model interaktif meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data, dengan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berperspektif gender diintegrasikan ke dalam materi kitab kuning tanpa mata pelajaran khusus. Pesan-pesan gender disisipkan dalam pembelajaran, keteladanan perilaku responsif gender diberikan, dan pengarusutamaan gender dilakukan dalam seluruh aktivitas. Metode sorogan, bandongan, dan hafalan disesuaikan untuk mendorong berpikir kritis, tanpa segregasi, serta memberikan kesempatan setara bagi santri laki-laki dan perempuan. Kesimpulannya, pendidikan responsif gender di pesantren dapat diwujudkan melalui integrasi kurikulum, keteladanan, dan metode inklusif. Rekomendasi mencakup formalisasi materi gender dan pelatihan berkelanjutan bagi pengajar.
Peran Ganda Perempuan dan Problematikanya dalam Mendidik Anak (Studi terhadap Ibu yang Bekerja di Perkebunan PTPN XII Sempol, Kabupaten Bondowoso): The Dual Role of Women and Its Challenges in Child Education (A Study of Working Mothers at PTPN XII Sempol Plantation, Bondowoso Regency) St. Mislikhah
Fenomena Vol 9 No 2 (2010): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v9i2.472

Abstract

Within the development of an equal-partnership perspective based on a gender approach in various aspects of life, women's roles have undergone rapid changes. However, it is important to note that this development has not altered their traditional roles in the domestic sphere (reproductive roles). As a result, women's workload appears excessive. Working while fulfilling the role of a housewife is like a double-edged sword. Both roles cannot be neglected and require care and dedication. With the limited time available to women, problems arise in carrying out these duties, whether domestic tasks or child-rearing responsibilities. Dalam perkembangan pandangan kemitraan setara berdasarkan pendekatan gender di berbagai aspek kehidupan, peran perempuan mengalami perubahan yang pesat. Namun, perlu diperhatikan bahwa perkembangan ini tidak mengubah peran lama perempuan di lingkungan domestik (peran reproduktif). Oleh karena itu, beban kerja perempuan terkesan berlebihan. Bekerja dan menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga ibarat pisau bermata dua. Keduanya tidak dapat diabaikan dan membutuhkan perhatian serta kesungguhan. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki perempuan, muncul berbagai masalah dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, baik tugas domestik maupun tugas mendidik anak.
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Mabdaul Ma’arif Jombang Jember: Language Politeness in Social Interaction at Mabdaul Ma’arif Islamic Boarding School Jombang Jember St. Mislikhah
Fenomena Vol 13 No 1 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i1.547

Abstract

Language reflects one’s character. A person’s character, attitude, or personality can be identified through their speech. The use of soft, polite, gentle, systematic, orderly, clear, and straightforward language reflects the speaker’s decency. The better a person chooses words, phrases, sentence structure, and intonation in communication, the better their personality, and vice versa. The Islamic boarding school community adheres to cultural rules and possesses strong Islamic education. There is always social interaction in communication between students and Kyai, Bu Nyai, Ustadz, and staff within the boarding school environment. Students always respect and maintain good relationships with Kyai and Bu Nyai as a reflection of their obedience in applying Islamic values. Bahasa mencerminkan karakter seseorang. Karakter, sikap, atau kepribadian seseorang dapat dikenali melalui tutur katanya. Penggunaan bahasa yang lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan kepribadian penutur yang berbudi. Semakin baik seseorang memilih kata, frasa, struktur kalimat, dan intonasi dalam berkomunikasi, semakin baik pula kepribadiannya, dan sebaliknya. Masyarakat pesantren adalah masyarakat yang taat pada aturan budaya dan memiliki pendidikan Islam yang baik. Selalu ada interaksi sosial dalam komunikasi antara santri dengan Kyai, Bu Nyai, Ustadz, dan staf di lingkungan pesantren. Santri selalu menghormati dan menjaga hubungan baik dengan Kyai dan Bu Nyai sebagai bentuk ketaatan dalam menerapkan nilai-nilai Islam.