Moch. Imam Machfudi
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teaching Speaking Skills in English Classes at MTs Ma'ruf Wuluhan Jember Moch. Imam Machfudi
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.378

Abstract

The declining quality of speaking skills among Indonesian junior high school students remains a persistent issue in English as a Foreign Language (EFL) contexts. This study addresses the gap between curriculum expectations and students’ actual oral performance by examining how speaking instruction is integrated with other language skills. The research aims to describe the techniques and media used to teach speaking at MTs Ma’arif Wuluhan Jember. A qualitative approach was employed, using classroom observation, interviews, and documentation across three grade levels, with data analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that teachers integrate speaking into reading, listening, and writing activities through techniques such as reading aloud, repetition drills, question-and-answer, dialogue practice, storytelling, group discussion, role-play, and picture description. Media used include real objects, flashcards, tape recorders, and VCD players. The study concludes that integrative teaching, supported by appropriate media, enhances speaking effectiveness. Recommendations include ongoing teacher training and curriculum alignment to foster consistent oral practice. Menurunnya kualitas keterampilan berbicara bahasa Inggris pada siswa SMP/MTs di Indonesia masih menjadi isu krusial dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan kemampuan berbicara siswa dengan mengeksplorasi integrasi pembelajaran berbicara dengan keterampilan lain. Tujuannya mendeskripsikan teknik dan media pengajaran berbicara di MTs Ma’arif Wuluhan Jember. Metode kualitatif digunakan melalui observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi pada tiga tingkatan kelas, dengan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan guru mengintegrasikan keterampilan berbicara ke dalam membaca, menyimak, dan menulis melalui teknik membaca nyaring, drill repetisi, tanya-jawab, praktik dialog, bercerita, diskusi kelompok, bermain peran, dan deskripsi gambar. Media yang digunakan antara lain benda nyata, kartu bergambar, tape recorder, dan VCD player. Kesimpulannya, pengajaran terintegrasi dengan media efektif meningkatkan kemampuan berbicara. Rekomendasi mencakup pelatihan guru berkelanjutan dan penyesuaian kurikulum untuk praktik lisan yang konsisten.
Teaching Reading through Cooperative Learning at Islamic Junior High School Jember in the Academic Year 2006/2007 Moch. Imam Machfudi
Fenomena Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v7i2.430

Abstract

The low achievement of Indonesian secondary students in reading comprehension remains a pressing issue in English language teaching. A major theoretical concern is whether cooperative learning can effectively address this problem by shifting from teacher-centered to student-centered instruction. This study aims to describe the process of teaching reading using a cooperative learning approach and to improve students’ reading comprehension. To achieve this goal, the researcher employed a Classroom Action Research (CAR) design based on Kemmis and McTaggart’s model, implementing one cycle of planning, action, observation, and reflection at SMP Islam Jember in the 2006/2007 academic year. Data were collected through observation sheets, quiz results, interviews, and field notes. The findings revealed that cooperative learning, particularly side-by-side pair work and Learning Together group models, improved students’ reading comprehension, with student performance rising from 60% (fair) to 73% (good) across two meetings. However, challenges such as students’ unfamiliarity with group work, gender pairing issues, and over-reliance on dictionaries were identified. The study concludes that cooperative learning is effective in enhancing reading comprehension and recommends that teachers systematically introduce the strategy, minimize immediate intervention, and foster positive interdependence among students. Rendahnya capaian pemahaman bacaan siswa sekolah menengah pertama di Indonesia masih menjadi isu krusial dalam pembelajaran bahasa Inggris. Peta masalah utamanya adalah apakah pembelajaran kooperatif dapat mengatasi masalah ini dengan mengubah pendekatan dari guru-sentris menjadi siswa-sentris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengajaran membaca dengan pendekatan kooperatif dan meningkatkan pemahaman bacaan siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, dengan menerapkan satu siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di SMP Islam Jember tahun ajaran 2006/2007. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, hasil kuis, wawancara, dan catatan lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif, khususnya model pasangan berdampingan dan kelompok Learning Together, meningkatkan pemahaman membaca siswa, dengan peningkatan kinerja siswa dari 60% (cukup) menjadi 73% (baik) dalam dua pertemuan. Meskipun demikian, tantangan seperti ketidakterbiasaan siswa dengan kerja kelompok, masalah pasangan beda jenis kelamin, dan ketergantungan berlebih pada kamus juga teridentifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif efektif untuk meningkatkan pemahaman membaca. Rekomendasinya adalah guru perlu memperkenalkan strategi secara sistematis, mengurangi intervensi langsung, dan menumbuhkan interdependensi positif.