Inayatul Mukarromah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Increasing the Speaking Ability of the Tenth Grade Students of MA Negeri 2 Jember Through Four Steps Interview, Role Play, and Chasing Game Inayatul Mukarromah
Fenomena Vol 11 No 1 (2012): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v11i1.513

Abstract

Improving speaking ability is a crucial part of language learning. A slower learning process can affect learners' speaking skills. This research was conducted based on the low speaking ability of most tenth-grade students at MA Negeri 2 Jember. Most students were reluctant to speak English in class. They struggled to ask questions, answer questions, present materials, and even express their thoughts or ideas. This was analyzed through a speaking test conducted before students were treated using the Four Steps Interview, Role Play, and Chasing Game (FRC) methods. Only 12 students (31.57%) out of 38 achieved scores above the minimum mastery level (65), while the other 26 failed to meet the standard. The average speaking test score was 59.54, indicating unsatisfactory results. After identifying the students' lack of English speaking ability, the researcher developed an engaging, enjoyable, and challenging teaching strategy: the FRC method (Four Steps Interview, Role Play, and Chasing Game). The research design was Classroom Action Research (CAR), implemented in cycles with stages including Action Planning, Action Implementation, Observation, and Reflection. Data collection methods included (a) an English speaking test to determine whether students met the first success indicator, and (b) questionnaires to assess whether students met the second success indicator. Peningkatan kemampuan berbicara merupakan bagian yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Proses belajar yang lebih lambat akan mempengaruhi kemampuan berbicara pembelajar bahasa. Penelitian ini dilaksanakan mengacu pada rendahnya kemampuan berbicara yang dimiliki oleh sebagian besar siswa kelas X di MA Negeri 2 Jember. Sebagian besar siswa malas untuk berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris di kelas. Mereka kesulitan dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mempresentasikan materi, dan bahkan mengekspresikan pemikiran atau ide mereka. Hal ini bisa dianalisis melalui tes berbicara yang diselenggarakan sebelum siswa diberi perlakuan dengan menggunakan metode Four Steps Interview, Role Play, dan Chasing Game (FRC). Jumlah siswa yang nilainya di atas nilai minimum ketuntasan materi (65) hanyalah 12 siswa (31,57%) dari 38 siswa. Sedangkan 26 siswa yang lain gagal mencapai SKM. Nilai rata-rata dari tes berbicara siswa adalah 59,54. Akan tetapi, hasil dari kemampuan berbicara siswa tetapiah kurang memuaskan. Setelah mengetahui bahwa kurangnya kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa, maka peneliti mengembangkan strategi pengajaran berbicara bahasa Inggris yang menarik, menyenangkan, dan menantang yaitu metode FRC (Four Steps Interview, Role Play, dan Chasing Game). Desain penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK); yang dilaksanakan melalui siklus-siklus dengan tahap-tahap, yaitu Perencanaan Aksi, Pelaksanaan Aksi, Observasi, dan Refleksi. Untuk tahap pengumpulan data, peneliti menggunakan (a) tes kemampuan berbicara bahasa Inggris, yang dilaksanakan untuk mengetahui apakah siswa bisa mencapai indikator implementasi kesuksesan yang pertama, (b) angket, yang dilaksanakan untuk mengetahui apakah siswa bisa mencapai indikator implementasi kesuksesan yang kedua.
The Use of Vocabulary Based on Reading Text at the Second Year Students of MA Al Qodiri Inayatul Mukarromah
Fenomena Vol 13 No 1 (2014): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i1.554

Abstract

Various types of games in the teaching and learning process, especially in enriching English vocabulary related to reading texts, are the focus of this research. The author selected games suitable for the students' level and filtered six types of games to be applied in the classroom. Due to the students' lack of vocabulary related to derivatives, idioms, synonyms, and antonyms in reading texts, the researcher developed a learning strategy through vocabulary-based games using engaging, enjoyable, and challenging reading texts to enhance the vocabulary of second-year students at MA Al Qodiri Jember. The research design employed Classroom Action Research (CAR) with cyclical stages including planning, implementation, observation, and reflection, as well as quantitative data analysis. Berbagai jenis permainan dalam proses belajar mengajar di kelas, khususnya dalam memperkaya kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan teks bacaan, menjadi fokus penelitian ini. Penulis memilih jenis-jenis permainan yang sesuai dengan tingkatan siswa dan menyaring enam jenis permainan untuk diterapkan di kelas. Karena kurangnya kosakata siswa yang berkaitan dengan derivatif, idiom, sinonim, dan antonim pada teks bacaan, peneliti mengembangkan strategi belajar melalui permainan berbasis kosakata melalui teks bacaan yang menarik, menyenangkan, dan menantang untuk meningkatkan kosakata siswa di kelas dua MA Al Qodiri Jember. Rancangan penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan siklus yang meliputi perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi, serta analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif.