Subakri Subakri
Jurusan Pendidikan Agama Islam, STTT Jembrana-Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontribusi Pesantren Raudlatul Ulum Curahtakir Tempurejo Jember terhadap Kemandirian Masyarakat: The Contribution of Raudlatul Ulum Islamic Boarding School in Curahtakir Tempurejo Jember to Community Independence Subakri Subakri
Fenomena Vol 17 No 2 (2018): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v17i2.671

Abstract

Pesantren as a traditional Islamic educational institution plays a crucial role in fostering community independence amidst limited access to education and economic resources in rural areas. This study is grounded in the theory of community empowerment and the concept of civil society (masyarakat madani), which emphasize self-reliance and social transformation. The research aims to identify the contribution of Pesantren Raudlatul Ulum in Curahtakir, Tempurejo, Jember, to building community independence. A qualitative case study approach was employed, using participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, including data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that the pesantren contributes to community independence through two main pathways: education and economy. Educationally, it provides formal schooling from Raudlatul Atfal to vocational high school, alongside non-formal Islamic education (Madrasah Diniyah). Economically, it empowers the community through cooperatives, irrigation infrastructure development, and collaboration with government agencies. The study concludes that Pesantren Raudlatul Ulum significantly enhances community self-reliance, and recommends strengthening economic programs and institutional partnerships to sustain long-term independence. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran krusial dalam mendorong kemandirian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang terbatas akses pendidikan dan ekonomi. Penelitian ini bertolak dari teori pemberdayaan masyarakat dan konsep masyarakat madani yang menekankan pada kemandirian dan transformasi sosial. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kontribusi Pesantren Raudlatul Ulum Curahtakir Tempurejo Jember terhadap kemandirian masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berkontribusi melalui dua jalur utama: pendidikan dan ekonomi. Di bidang pendidikan, pesantren menyelenggarakan pendidikan formal dari RA hingga SMK, serta pendidikan nonformal berupa Madrasah Diniyah. Di bidang ekonomi, pesantren memberdayakan masyarakat melalui pendirian koperasi, perbaikan irigasi, dan kerja sama dengan instansi pemerintah. Kesimpulannya, Pesantren Raudlatul Ulum berkontribusi signifikan terhadap kemandirian masyarakat. Rekomendasi penelitian adalah penguatan program ekonomi dan kemitraan kelembagaan untuk keberlanjutan kemandirian masyarakat.