Aprilia Alfina Damayanti
Universitas Sahid Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Framing Pemberitaan LKBN Antara Mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aprilia Alfina Damayanti; Erwin Kartinawati; Hasbullah Azis
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.3

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing atau pembingkaian berita Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan program andalan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana yang dijanjikan pada kampanye Pilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 lalu. Framing LKBN Antara menarik untuk diteliti menilik posisinya sebagai media publik atau media yang pengelolaannya di bawah pemerintah. Program MBG sendiri banyak mendapatkan sorotan, tidak hanya di dalam negeri namun juga media asing sehubungan banyaknya kasus keracunan maupun polemik lain terkait pelaksanaannya. Untuk mengetahui framing LKBN Antara mengenai program MBG, peneliti menggunakan model analisis Robert N. Entman yang yang mencakup empat elemen utama, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan suggest remedies. Unit analisis berupa berita yang dipublikasikan di LBKN Antara melalui penelusuran kata kunci “MBG” dan didapat sebanyak 548 berita. Jumlah berita dianalisis tidak seluruh namun diambil 10 persen sampel dengan metode random, atau sebanyak 55 berita. Hasil penelitian menunjukkan LKBN Antara dalam membingkai program MBG, menempatkan pemerintah sebagai aktor utama. Hal itu dapat dilihat dari pemilihan judul, isi berita, dan narasumber. Posisi LKBN Antara sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ditambah jejak historis pers di masa lalu terkait kontrol pemerintah terhadap terhadap pers, membentuk kecenderungan pemberitaan yang berhati hati dan lebih selaras dengan narasi resmi pemerintah. Kata kunci: framing, MBG, LKBN Antara, Robert N Entman