Juniati Rolina Sitio
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemerolehan Bahasa Kedua pada Arif Haldi Fatih dalam Keluarga Pernikahan Antarsuku Aceh–Minangkabau: Studi Kasus: Second Language Acquisition of Arif Haldi Fatih in an Acehnese–Minangkabau Interethnic Family: A Case Study Juniati Rolina Sitio; Joice Agata Manik; Prawesti Pakpahan; Putri Nirmala; Wina Gresia Lumban Gaol; Ely Mutiara Rumapea
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 3 No. 1 (2026): VOLUME 3 NUMBER 1 OKTOBER 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.64

Abstract

Pemerolehan bahasa kedua pada anak dalam keluarga pernikahan antarsuku merupakan proses yang dipengaruhi oleh dinamika penggunaan bahasa dalam keluarga dan perubahan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa kedua pada anak dalam keluarga pernikahan antarsuku Aceh–Minangkabau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap seorang anak berusia 10 tahun beserta kedua orang tuanya, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Aceh diperoleh sebagai bahasa pertama, sedangkan bahasa Indonesia berkembang menjadi bahasa kedua yang dominan setelah keluarga berpindah dari Aceh ke Medan. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh interaksi antara lingkungan keluarga, lingkungan sosial, lingkungan pendidikan, mobilitas geografis, dan intensitas penggunaan bahasa. Penelitian ini juga menemukan konsep Adaptive Family Language Strategy, yaitu strategi kebahasaan keluarga yang secara fleksibel menyesuaikan penggunaan bahasa dengan kebutuhan sosial dan akademik anak tanpa menghilangkan fungsi bahasa Aceh sebagai bahasa warisan. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan bahasa keluarga yang adaptif berperan penting dalam mengembangkan bilingualisme anak sekaligus mempertahankan identitas linguistik dan budaya.