Irwida Waruwu
STIK Sint Carolus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Teknik Active Cycle Of Breathing Technique ( ACBT) Terhadap Penurunan Sesak Napas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS X Jakarta Irwida Waruwu; Maria Astrid
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15371

Abstract

Sesak napas merupakan keluhan utama pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) akibat obstruksi jalan napas, peningkatan produksi sekret, dan gangguan pertukaran gas. Penatalaksanaan sesak napas umumnya bersifat farmakologis; namun, intervensi nonfarmakologis seperti Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) juga terbukti efektif. Tujuan: Menganalisis efektivitas ACBT dalam menurunkan sesak napas pada pasien PPOK di Instalasi Gawat Darurat RS X. Metode: Studi kasus dilakukan pada dua pasien PPOK dengan keluhan sesak napas. Intervensi ACBT meliputi tiga tahap: kontrol pernapasan, latihan ekspansi toraks, dan teknik ekspirasi paksa (huffing), dilakukan selama 10–15 menit dan diulang tiga kali. Tingkat sesak napas dievaluasi menggunakan keluhan subjektif serta parameter objektif, termasuk frekuensi napas dan saturasi oksigen. Hasil: Pada pasien pertama, frekuensi napas menurun dari 31 menjadi 20 napas/menit, dan saturasi oksigen meningkat dari 93% menjadi 98%. Pada pasien kedua, frekuensi napas menurun dari 29 menjadi 19 napas/menit, dengan saturasi oksigen meningkat dari 93% menjadi 97-98%. Kedua pasien menunjukkan penurunan penggunaan otot bantu pernapasan, napas lebih teratur, batuk lebih efektif sehingga sputum berhasil dikeluarkan, serta peningkatan kenyamanan dan toleransi bernapas. Kesimpulan: ACBT efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan sesak napas pada pasien PPOK dan dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan gawat darurat berbasis bukti.