Elisabeth Isti Daryati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Tuberkulosis (Tbc) pada Remaja di SMA Marsudirini Fons Vitae 1 Jakarta Timur Oktavianus Waruwu; Elisabeth Isti Daryati; Suprapti Fitriana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17838

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, kejadian TBC pada remaja masih tinggi. Kejadian ini berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku yang kurang terkait dengan TBC seperti kurangnya pemahaman terkait TBC, perasaan tidak mau melakukan pemeriksaan ketika batuk lebih dari dua minggu dan merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan TBC pada remaja. Penelitian dilakukan di SMA Marsudirini Fons Vitae 1 Jakarta Timur dalam Oktober 2024–Januari 2025 pada populasi kelas sepuluh 204 orang dengan metode kuantitatif korelasi menggunakan uji Kendall’s tau B dengan 135 sempel yang diambil secara cluster random sampling. Hasil univariat karakteristik jenis kelamin laki-laki 68 (50.4%), perempuan 67 (49.6%). Usia mayoritas 15 tahun 100 (74.1%). Pengetahuan mayoritas kategori baik 122 (90.4%), sikap mayoritas kategori positif 119 (88.1%), perilaku mayoritas kategori baik 117 (86.7%). Hasil bivariat terdapat hubungan antara sikap dan perilaku pencegahan (p=0,007), namun tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku (p=0,162). Sebanyak 14 responden (10,4%) memiliki pengetahuan baik tetapi perilaku pencegahan TBC kurang. Perilaku yang belum optimal meliputi merokok 14 (10,3%), tidak memeriksakan diri saat batuk >2 minggu 24 (17,7%), dan kurang memperhatikan pencahayaan 68 (50,4%). Oleh karena itu, remaja perlu menerapkan perilaku pencegahan secara konsisten walaupun dengan pengetahuan kategori baik dengan menghentikan merokok, melakukan pemeriksaan dini, dan menjaga pencahayaan lingkungan.