Abstrak Latar Belakang: RS Swasta Tipe C di Indonesia menghadapi tekanan struktural dari perluasan JKN, tarif INA-CBGs, dan era VUCA. Entrepreneurial Leadership (EL), meliputi inovasi, proaktivitas, pengambilan risiko terukur, dan orientasi peluang, dinilai relevan sebagai respons kepemimpinan strategis, namun kajian kesiapan organisasional berbasis dokumen internal masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan organisasional RS Swasta Tipe C di Palembang dalam penerapan EL melalui telaah dokumen kebijakan dan data kinerja internal. Metode: Analisis dokumen kualitatif sistematis terhadap delapan dokumen internal RS Swasta Tipe C di Palembang, periode Maret–Mei 2026, mencakup Rencana Strategis, Struktur Organisasi, SPO, program dan laporan diklat, serta data kinerja dan kunjungan pasien 2023–2025. Analisis tematik dilakukan pada empat dimensi: kesiapan struktural, kompetensi SDM, strategis, dan konteks urgensi. Hasil dan Pembahasan: RS memiliki fondasi kesiapan yang substansial: unit eksekutif terlembaga di bawah marketing sebagai wujud orientasi pasar; program diklat 196 judul (Rp 2,07 miliar) dengan komponen entrepreneurship dan leadership eksplisit, ketercapaian 71,90%; serta Renstra yang memuat inovasi, diversifikasi non-JKN, dan manajemen risiko, dikonfirmasi oleh pertumbuhan kunjungan eksekutif 18,3% dalam dua tahun. Namun, tiga kesenjangan teridentifikasi: absennya leadership competency framework, perlambatan pertumbuhan rawat jalan (0,8% pada 2025), dan inkonsistensi kinerja layanan unggulan. Kesimpulan: RS Swasta Tipe C di Palembang berada pada titik kritis yang kondusif untuk transformasi EL, didukung kesiapan struktural dan kompetensi yang memadai, namun membutuhkan pengembangan leadership competency framework, pergeseran menuju penciptaan nilai kualitatif, dan penguatan pemantauan kinerja layanan unggulan. Kata Kunci: Entrepreneurial Leadership, Rumah Sakit Swasta Tipe C, Kesiapan Organisasi, Layanan Eksekutif