Siti Wahyu Puji Anggraini
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris melalui Pelatihan Penyusunan Materi dan Asesmen Berbasis CEFR dengan Integrasi Kecerdasan Buatan di Lombok Barat Siti Wahyu Puji Anggraini; Moh. Gufran; Indrawati Indrawati; Muh Junaidi
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v7i1.5986

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Nahdlatul Wathan Mataram dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi guru-guru dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Lombok Barat, yaitu rendahnya pemahaman mengenai standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan keterbatasan literasi digital dalam memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk pembelajaran. Kondisi eksisting menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara target kurikulum dengan kemampuan nyata siswa, di mana mayoritas siswa masih berada di level A1-A2 meskipun target kurikulum mencapai level B1. Program dimulai dengan pelatihan intensif 14–16 Juli 2025 di SMPN 2 Labuapi yang mencakup pengantar CEFR, penyusunan rubrik penilaian, praktik penyusunan modul ajar sesuai level siswa, dan pelatihan penggunaan aplikasi AI seperti ChatGPT, Canva, Quiziz, dan Gamma AI. Tindak lanjut dilakukan melalui Focus Group Discussion pada 17 September 2025 untuk mengevaluasi implementasi di sekolah dan merancang strategi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas guru secara signifikan, di mana level keberdayaan mitra meningkat dari level 1 (belum memahami) ke level 3 (mampu menerapkan) dalam penyusunan materi berbasis CEFR. Selain itu, guru kini mampu mengintegrasikan berbagai aplikasi AI seperti ChatGPT, Canva, Gamma AI, dan Quizlet untuk menyusun modul serta media pembelajaran yang lebih interaktif. Uji coba produk kepada 80 siswa menunjukkan respon yang sangat positif, dengan lebih dari 70% siswa menilai modul dan teknologi yang digunakan sangat membantu meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka dalam belajar bahasa Inggris. Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kompetensi guru MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Lombok Barat melalui pelatihan penyusunan materi dan asesmen berbasis CEFR yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebelum pelatihan, mayoritas guru hanya memiliki pemahaman terbatas mengenai CEFR dan penggunaan AI dalam pembelajaran, sehingga proses pengajaran kurang terstandar. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan Focus Group Discussion, guru mampu merancang modul ajar yang sesuai dengan level kemampuan siswa serta menggunakan aplikasi AI seperti ChatGPT dan Canva untuk mendukung pembelajaran. Selain itu, Program ini mendukung SDG 4 dan diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di Lombok Barat.