Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis petani kelapa sawit serta memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui pendekatan terpadu berbasis pengelolaan lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Desa Sibaganding adalah rendahnya pemahaman kultur teknis pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk produksi pangan. Kegiatan ini berkontribusi dalam menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi antara peningkatan produktivitas perkebunan dan penguatan ketahanan pangan berbasis teknologi sederhana dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perancangan program bersama, implementasi, dan evaluasi partisipatif. Kegiatan melibatkan 30 petani kelapa sawit dan 15 kader PKK melalui penyuluhan teknis, diskusi kelompok terarah, serta demonstrasi pembuatan instalasi hidroponik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap praktik budidaya kelapa sawit yang lebih baik, termasuk pemupukan berimbang, teknik kastrasi, dan pengendalian hama terpadu. Selain itu, kader PKK mampu merancang dan mengelola instalasi hidroponik secara mandiri sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan pada lahan terbatas. Terjadi pula peningkatan partisipasi masyarakat dan kesadaran terhadap efisiensi pemanfaatan sumber daya lingkungan. Integrasi edukasi kultur teknis kelapa sawit dan budidaya hidroponik terbukti efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.