This Author published in this journals
All Journal Nabatia
Sidik Santoso
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Panca Marga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Effects of G0 Seed Tuber Size and Liquid Organic Fertilizer Application as a Bioactivator of Chicken Manure on Soil NPK Availability Dynamics and Potato Yield: Pengaruh Ukuran Umbi Kentang G0 Dan Aplikasi Pupuk Organik Cair Sebagai Bioaktivator Pupuk Kandang Ayam Terhadap Dinamika Ketersediaan Npk Tanah Dan Produksi Kentang Retno Sulistiyowati; Sidik Santoso; Mimik Umi Zuhroh
Nabatia Vol 14 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/nabatia.v14i1.1692

Abstract

Penelitian ini diselenggarakan dengan maksud untuk menganalisis pengaruh diameter umbi kentang G0 dan berbagai jenis POC sebagai bioaktivator pada pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, serta ketersediaan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) di dalam tanah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024, di Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo di ketinggian 2000 mdpl. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Split Plot Desain dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah macam diameter benih kentang G0 (D) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu D1 : benih umbi kentang diameter 1,7 cm, D2 : benih umbi kentang diamter 2,5 cm, dan D3 : benih umbi kentang diameter 3 cm. Faktor kedua adalah macam POC sebagai bioaktivator pupuk kandang ayam (P) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu P0 : tanpa bioaktivator (kontrol), P1 : air cucian beras, P2 : air limbah ikan, P3 : air rebusan kedelai. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ukuran umbi kentang G0 3 cm (D3) serta penggunaan bioaktivator air cucian beras (P1) berpengaruh terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot umbi pertanaman. Terdapat interaksi nyata pada perlakuan D3P1 pada paramter pengamatan jumlah cabang, jumlah umbi per tanaman, serta mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, dan K dalam tanah, sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih efisien dan berkelanjutan.