Nur Rafannisa Rusdayanti
Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Variasi Dosis Biji Pepaya (Carica papaya Linnaeus) sebagai Koagulan Alami Terhadap Penurunan Tingkat Kekeruhan Air Sungai Nur Rafannisa Rusdayanti; Syarifudin Syarifudin; Abdul Khair
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.910

Abstract

Kekeruhan merupakan salah satu parameter fisik dalam penilaian kualitas air bersih karena berkaitan dengan keberadaan partikel tersuspensi yang dapat mengganggu estetika air dan berpotensi membawa mikroorganisme patogen. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengolahan air yang efektif dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan koagulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis serbuk biji pepaya (Carica papaya Linnaeus) sebagai koagulan alami terhadap penurunan tingkat kekeruhan air Sungai serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan desain posttest only with control group. Sampel air diambil dari sungai menggunakan metode grab sampling dan diberi perlakuan koagulasi–flokulasi dengan variasi dosis 0 mg/L, 300 mg/L, 600 mg/L, dan 900 mg/L, masing-masing enam kali pengulangan dengan waktu kontak 60 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dosis serbuk biji pepaya berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kekeruhan air sungai (p < 0,001). Dosis 900 mg/L merupakan dosis paling efektif dengan nilai rata-rata kekeruhan akhir sebesar 51,67 NTU, namun hasil tersebut belum memenuhi baku mutu kekeruhan air bersih (< 3 NTU). Serbuk biji pepaya berpotensi sebagai koagulan alami, namun penggunaannya perlu dikombinasikan dengan proses pengolahan lanjutan agar kualitas air memenuhi standar kesehatan.