Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, maupun kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola konsumsi karbohidrat serta status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi karbohidrat dan status gizi dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas I Denpasar Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sebanyak 40 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Data pola konsumsi karbohidrat dikumpulkan menggunakan instrumen Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan data kadar gula darah diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki jumlah konsumsi karbohidrat dalam kategori berlebih (57,5%), jenis konsumsi karbohidrat yang sesuai (55,0%), jadwal konsumsi karbohidrat yang teratur (70,0%), serta status gizi normal (65,0%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa jadwal konsumsi karbohidrat memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah (p<0,05). Sebaliknya, jumlah konsumsi karbohidrat, jenis konsumsi karbohidrat, dan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kadar gula darah (p>0,05). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa keteraturan waktu konsumsi karbohidrat merupakan salah satu faktor yang berperan dalam membantu pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.