Ni Wayan Wida Pradnyamitha
Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Zat Gizi Makro dan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Bangli Ni Wayan Wida Pradnyamitha; I Komang Agusjaya Mataram; I Wayan Ambartana
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.958

Abstract

Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang berkaitan dengan tingkat konsumsi energi dan zat gizi makro. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan tingkat konsumsi energi, zat gizi makro, dan status gizi dengan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Bangli. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 78 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan metode food recall 1 × 24 jam selama dua hari tidak berturut-turut, pengukuran antropometri berdasarkan IMT/U, dan pencatatan nilai rapor. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat konsumsi energi kategori defisit (61,5%), tingkat konsumsi protein kategori adekuat (73,1%), tingkat konsumsi lemak kategori defisit (55,1%), dan tingkat konsumsi karbohidrat kategori adekuat (73,1%). Sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (70,5%) dan prestasi belajar kategori baik (64,1%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi energi (r = 0,362), protein (r = 0,751), lemak (r = 0,362), dan karbohidrat (r = 0,585) dengan status gizi, serta hubungan antara status gizi dan prestasi belajar (r = 0,227). Pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi makro yang optimal berperan dalam mempertahankan status gizi yang baik sehingga mendukung prestasi belajar siswa. Sekolah disarankan meningkatkan edukasi gizi melalui UKS, penyuluhan gizi, dan penyediaan kantin sehat.