Medan adalah salah satu kota dengan pengguna narkoba tertinggi di Indonesia, pengguna narkoba yang direhabilitasi dan dilakukan fisioterapis di lembaga rehabilitasi yang ada di Kota Medan yang berjumlah 62 lembaga, dimana salah satunya adalah lembaga rehabilitasi narkoba Gelugur Rimbun yayasan Prof.Dr.Kadirun Yahya. Proses fisioterapis dan pemulihan orang yang kecanduan narkoba yang dilakukan Pemerintah masih mengalami kelemahan, dimana proses yang dilakukan belum membuat pengguna narkoba terbebas dari jeratan candu narkoba, malahan masih banyak yang mengalami candu narkoba, sehingga diperlukan suatu terapi narkoba terbaru yang diperuntukkan untuk mengembalikan jiwa dan semangat pecandu agar tidak kembali menjadi pecandu narkoba dengan melaksanakan terapi zikir yang menggunakan bahasa dan asma Allah yang tertanam langsung dalam jiwa si pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana proses terapi zikir untuk korban pecandu narkoba di lembaga rehabilitasi Gelugur Rimbun yang belum pernah dilakukan di lembaga lainnya, serta untuk mengetahui dan menganalisa seberapa efektif terapi zikir ini dapat menciptakan pola pikir pecandu narkoba agar tidak kembali menjadi pecandu narkoba. Adapun metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan, dimana teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi dokumentasi. Sesuai dengan hasil penelitian yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa adapun proses terapi zikir yang dilakukan di tempat rehabilitasi Gelugur Rimbun yayasan prof.dr, kadirun yahya untuk mengurangi pasien pecandu narkoba di sana untuk tidak lagi menggunakan narkoba adalah dengan mengevaluasi mental dan psikologis pasien yang mengalami kecanduan narkoba, lalu dilakukan pengenalan terapi zikir dengan melakukan sosialisasi terhadap pasien dan juga orang tua pasien, diperkenalkan bentuk ucapan terapi zikir yang berguna untuk mengubah mental dan mengurangi tingkat stress pecandu narkoba, dilakukan proses terapi melalui bacaan zikir kepada setiap pasien, serta setelah dilakukan proses terapi dilakukan evaluasi terhadap kondisi pasien apakah dengan terapi yang dilakukan menurunkan tingkat stres pasien narkoba atau tidak. Selain itu, hasil penelitian menjabarkan bahwa agar terapi zikir yang dilakukan di tempat rehabilitasi Gelugur Rimbun efektif, maka faktor yang mempengaruhinya adalah faktor diri individu pecandu narkoba, faktor keyakinan agama, faktor kombinasi dengan terapi lainnya, faktor ketersediaan dan bimbingan guru mursyid, serta faktor evaluasi dan penyesuaian.