KN. Ular Laut 405 adalah salah satu jenis kapal patroli yang dimiliki oleh Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), yang beroperasi di wilayah zona timur Indonesia. Kecepatan maksimal dirancang 22 knot untuk kapal ini dengan putaran mesin 2300 rpm. Kapal ini dalam pengoperasiannya, mengalami getaran berlebih ketika putaran mesin induk mencapai 1800 rpm. Diduga sumber getaran terbesar berasal dari poros propeller. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai frekuensi natural dan putaran kritis pada poros propeller, pengaruh variasi rasio gearbox terhadap nilai putaran kritis pada poros propeller serta mengetahui tingkat getaran lateral yang terjadi pada poros propeler dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Ansys® Workbench 18.0. Penelitian ini, melakukan simulasi getaran lateral pada poros baling-baling dengan tahapan–tahapan pengumpulan data lapangan seperti data kapal, data manual book mesin induk, data propulsi kapal, tahap pembuatan model berdasarkan bentuk dan ukuran sebenarnya, tahap selanjutnya melakukan simulasi metode elemen hingga (FEM) untuk mengetahui nilai frekuensi natural poros propeller kapal. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa: frekuensi natural yang dimiliki oleh poros propeller pada 5 mode pertama antara lain : 104,18 Hertz; 104,21 Hertz; 207,05 Hertz; 207,17 Hertz; dan 283,12 Hertz., putaran kritis yang dimiliki berdasarkan 5 mode pertama frekuensi natural poros propeller dengan rasio gearbox sebenarnya (1:2,5) adalah 2500,32 RPM; 2501,04 RPM; 4969,2 RPM; 4972,08 RPM; dan 6794,88 RPM. Berdasarkan hasil analisa maka 1800 RPM bukan merupakan putaran kritis pada poros propeler. Namun, jika 1800 RPM menjadi putaran kritis pada poros propeller, maka rasio gearbox adalah 1:3,472.