Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODALITAS SENSORI DAN UNIVERSAL DESIGN FOR LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF KONSEP GAYA BELAJAR: IMPLIKASI BAGI IMPLEMENTASI SOCIO-EMOTIONAL LEARNING DI SMP/MTS Dessy Pramudiani; Mindy Maghfira
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7952

Abstract

Konsep gaya belajar telah lama diadopsi dalam praktik pendidikan dengan asumsi bahwa penyesuaian strategi pembelajaran terhadap preferensi belajar individu akan meningkatkan efektivitas belajar siswa. Meskipun populer, berbagai temuan empiris dalam psikologi pendidikan menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak memiliki dukungan bukti yang konsisten. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pergeseran dari penggunaan gaya belajar menuju pembelajaran berbasis bukti dengan menempatkan modalitas sensori dan Universal Design for Learning (UDL) sebagai kerangka alternatif yang lebih kuat secara ilmiah. Kajian ini menggunakan metode studi literatur sistematis terhadap artikel review dan meta-analisis yang relevan, dengan fokus pada temuan empiris terkait efektivitas pembelajaran, desain instruksional, dan perkembangan sosio-emosional siswa. Sintesis literatur menunjukkan bahwa penggunaan modalitas sensori yang beragam berkontribusi pada pemrosesan kognitif yang lebih optimal, sementara UDL mendukung keterlibatan dan partisipasi siswa melalui penyediaan berbagai bentuk representasi, ekspresi, dan keterlibatan belajar. Temuan konseptual ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis modalitas sensori dan UDL memiliki relevansi empiris dalam mendukung implementasi Socio-Emotional Learning (SEL), khususnya dalam meningkatkan keterlibatan akademik, regulasi emosi, dan kesejahteraan siswa SMP/MTs. Artikel ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis bukti perlu menjadi landasan utama dalam pengembangan dan pelaksanaan SEL di pendidikan menengah pertama.
Enhancing Student Emotion Regulation: A Cognitive Approach to NSSI Mindy Maghfira; Suhana Suhana; Mindy Maghfira; Suhana Suhana
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i9.2025.2

Abstract

Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) is a maladaptive coping mechanism frequently observed among university students as a response to unregulated emotional distress, without suicidal intent. This case study aims to describe the psychological dynamics and assess the effectiveness of a cognitive-based intervention in helping a student manage NSSI within the context of higher education. The participant was a 27-year-old female with a history of self-harming behavior since her undergraduate years. Data were collected through interviews, observations, and psychological assessments using the WBIS, Rorschach Inkblot Test, projective drawing tests, and the Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). The assessment revealed unresolved emotional conflict, unmet social affiliation needs, and difficulties in emotional expression. Contributing factors included an authoritarian parenting style, limited emotional involvement from the father, and ongoing academic and social stressors. The intervention was delivered over six counseling sessions using a cognitive approach combined with emotional regulation education and assertiveness training. The results indicated a reduction in self-harm urges, improvement in emotional regulation skills, and the development of more adaptive coping strategies. These findings support the effectiveness of cognitive-based interventions in educational settings for addressing NSSI rooted in emotional conflict and poor emotional expression, highlighting the importance of integrating such strategies into mental health services on university campuses.