Patah tulang (fraktur) merupakan salah satu masalah kesehatan yang memerlukan proses penyembuhan dalam waktu relatif lama dan penanganan yang tepat. Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan modern di beberapa daerah menyebabkan masyarakat masih memanfaatkan pengobatan tradisional sebagai alternatif dalam membantu proses penyembuhan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Dao-Dao Zanuwo Kecamatan Susua adalah tanaman Mallotus sp., khususnya pada bagian batangnya yang dipercaya dapat membantu mempercepat penyembuhan patah tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan batang tanaman Mallotus dalam pengobatan tradisional, mengidentifikasi kandungan senyawa aktif yang berpotensi dalam penyembuhan fraktur, serta menjelaskan mekanisme kerja, efektivitas, dan keamanan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan perspektif etnofarmakologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengobat tradisional, masyarakat yang pernah menggunakan tanaman Mallotus, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Dao-Dao Zanuwo masih memanfaatkan batang tanaman Mallotus sebagai pengobatan tradisional untuk membantu penyembuhan patah tulang. Pemanfaatan tanaman ini dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat. Berdasarkan kajian literatur, tanaman Mallotus mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, terpenoid, glikosida, dan antioksidan yang berpotensi membantu proses penyembuhan fraktur melalui aktivitas antiinflamasi, antioksidan, stimulasi pembentukan kolagen, dan peningkatan aktivitas osteoblas. Masyarakat menilai penggunaan tanaman ini cukup efektif dalam membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses pemulihan. Namun demikian, efektivitas dan keamanan penggunaannya masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut melalui pengujian laboratorium dan uji klinis. Dengan demikian, tanaman Mallotus memiliki potensi sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional dalam membantu mempercepat penyembuhan patah tulang sekaligus menjadi bagian penting dari pelestarian pengetahuan lokal masyarakat.