Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan daun binahong, cara meracik daun binahong, serta bagaimana tanggapan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal dari daun binahong (Anredera cordifolia) di Desa Mondrowe. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini meliputi pendekatan studi kasus (case study). Penelitian kualitatif merupakan pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan tujuan menafsirkan fenomena yang terjadi, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama. Masyarakat telah lama memanfaatkan daun binahong berdasarkan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun. Cara meracik daun binahong menjadi obat herbal cukup bervariasi, seperti direbus, ditumbuk, atau digunakan secara langsung sebagai obat luar. Daun binahong dipercaya mampu mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi peradangan, serta membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya. Masyarakat Desa Mondrowe masih melestarikan penggunaan daun binahong karena diyakini memiliki khasiat yang efektif dan aman. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pemanfaatan daun binahong sebagai obat herbal untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi peradangan, dapat disimpulkan bahwa tanaman ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat desa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendorong pengembangan pemanfaatan tanaman obat lokal, khususnya daun binahong, agar tetap dilestarikan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesehatan.