Dewi Fortuna
Universitas Jambi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformation of Halal Industry in Indonesia: From Religious Compliance to A New, Competitive Economic Paradigm Emi Sri Rahayu Fatimah; Azizah S; Dewi Fortuna; Andi Muh. Taqiyuddin BN
Indonesian Journal of Islamic Business and Economics (IJIBE) Vol 8 No 1 (2026): IJIBE
Publisher : Islamic Economic Scholar Association and Faculty of Economics and Business Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.ijibe.2026.8.1.19290

Abstract

Trend industri halal global menjadi isu krusial yang penting untuk dibahas oleh para penggiat ekonomi syariah, karena halal tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan dan kepatuhan umat muslim terhadap syariah akan Namun kini telah berkembang menjadi standar utama berskala global. Tujuan dari kajian ini ialah untuk menggambarkan secara komprehensif terkait potensi pengembangan industri halal di Indonesia, sehingga hasil penelitian dapat dijadikan sebagai rujukan dalam mengembangkan industri halal di Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknikpengumpulan data dilakukan melalui studi literatur (literature review) dengan memanfaatkan sumber data sekunder yang dihimpun dari buku, jurnal ilmiah, artikel, serta berbagai laporan terkait. Hasil penelitian ini adalah Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin industri halal dunia dengan menerapkan strategi pengembangan industri halal ini. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah untuk segera memperkuat sinergi antar lembaga dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya fokus pada aspek legalitas, tetapi juga pada penguatan infrastruktur teknologi. Bagi pelaku industri, kajian ini menekankan pentingnya mengadopsi standar halal sebagai standar kualitas global untuk meningkatkan daya saing ekspor. Secara akademis, studi ini memperkuat teori bahwa kehalalan telah bergeser dari sekadar kepatuhan religius menjadi paradigma ekonomi baru yang kompetitif. Dengan demikian, untuk mencapai wacana pemerintah tersebut diperlukan berbagai sinergi dan partisipasi dari berbagai pihak guna agar dapat mencapai kesuksesan tersebut.