Poster film merupakan media komunikasi visual yang bukan hanya memiliki fungsi sebagai sarana promosi, tapi juga mengandung tanda-tanda yang merepresentasikan budaya dan realitas sosial. Namun, kajian pada poster film Indonesia yang mengaitkan patriarki, kemiskinan dan stigma sosial sebagai satu kesatuan masih sangat terbatas. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis semiotika Roland Barthes, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, serta mitos yang terdapat dalam poster film Pangku, juga melihat bagaimana poster tersebut merepresentasikan budaya dan persoalan sosial. Objek dari penelitian ini adalah Official Poster film Pangku yang diunggah melalui akun Instagram resmi @filmpangku. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi pustaka dengan sumber data primer berupa poster film serta data sekunder dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda visual dalam poster bekerja secara bersama-sama merepresentasikan fenomena kopi pangku sebagai bagian dari realitas sosial, di mana patriarki, kemiskinan, dan stigma sosial hadir sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menganalisis poster tanpa mengaitkan isu sosial, representasi patriarki melalui film, maupun poster yang berfokus pada perlawanan dan emansipasi perempuan, penelitian ini mengungkap bagaimana patriarki, kemiskinan, dan stigma sosial membentuk representasi fenomena kopi pangku pada poster film. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian semiotika poster film Indonesia, termasuk penerapan konsep peran gender dan konsep komodifikasi media pada ranah baru, dengan menunjukkan bahwa poster film sebagai media visual tidak bersifat netral melainkan ikut membentuk gambaran budaya dan realitas sosial dalam masyarakat.